Speak

Underground Economy [Dilema Prostitusi di Indonesia]

Prostitusi di indonesia prostitusi di indonesia Underground Economy [Dilema Prostitusi di Indonesia] Ahok Siap Legalkan Prostitusi Bakal Bikin Apartemen Khusus PSK

Prostitusi di indonesia

(Image from: Sidomi)

“Black money is so much a part of our white economy, a tumour in the centre of the brain. Try to remove it, then you kill the patient.”

Rohinton Mistry

Owraait! Welcome Revoluside’s thoughts, Thinkers kali ini kita akan sedikit ngebahas Prostitusi di indonesia!

Kali ini, Revoluside akan coba untuk bahas sebuah tema yang jauh banget banget banget dari keahlian para personilnya. Prostitusi di indonesia. Gak ada satu pun dari kami yang berkelut dalam bidang IPS, atau dalam kasus ini dunia ‘per – ho – oh – han’. Eh, maksud gua dunia ‘per – e – ko – no – mi – an’.

Yap. Gak ada! Jadi, wajar aja kalo isi artikel ini ngaco dan asal-asalan.

But, don’t you worry about the thing beybiih! Karena setiap logika dan sumber yang kita urai dan sebutkan dalam semua artikel di http://revoluside.com bisa dipertanggung-jawabkan ke’absah’annya.

Hazek, bahasanya absah. Mimpi absah. Aaaakk..

Enough! Belom lama ini, gua dan elo terketjtut-ketjtut dengan sebuah kebijakan yang katanya mau diambil sama si Acin. Yap, siapa lagi kalo bukan Ahok Cina. Di media massa(yang lebay banget)nya Indonesia, disebutin kalo katanya Pak Ahok mau ‘melegalkan’ prostitusi di Jakarta,kalo di jakarta di legalkan berdampak besar ke perkembangan prostitusi di indonesia.

ASOY! AJIB! ENYOY! YABUY! We gotta celebrate it!!

*plak!!*

Ciakakak. Oh, jadi ini tuh bad news toh. How bad is it? Very bad my friend.. But, we’ll see! Masih sanggupkah Revoluside mempertahankan kredibilitas Ahok dibalik semua cercaan bahkan tuduhan korupsi yang ‘katanya’ jadi borok Pak Ahok?

Oya. Perlu gua ingetin dulu. Posisi Revoluside dalam artikel ini adalah netral senetral-netralnya. Kami akan coba menjabarkan plus minus dan dari banyak sudut pandang mengenai kebijakan ini. Diharapkan, setelah baca artikel Prostitusi di indonesia pembaca bukan malah coba lapor ke pihak yang berwajib untuk block (lagi) tempat curhat kesayangan kami ini. Elo-Elo sendirilah yang memutuskan apakah Ahok masih kredibel, atau mungkin : nggak!

Kita samain suara dulu yah. Ahok, lebih tepatnya akan ‘melokalisasi’. Arti lokalisasi apa sih? Menurut KBBI, lokalisasi berarti pembatasan pada suatu tempat. Atau dalam hal ini bisa gua simpulin, lokalisasi/melokalisasi adalah membatasi (terjadinya, berlakunya, terdapatnya, dsb di suatu tempat). Trus bedanya sama melegalkan apa?

Melegalkan tuhh bikin haus kamu jadi hilang. Melegalkan dahaga. Aaakk ga lucu kampret!

Melegalkan simpelnya mengizinkan atau membolehkan suatu hal dan dijamin dengan peraturan/undang-undang/hukum yang berlaku. So, kebijakan Ahok soal prostiusi ini bukanlah melegalkan kayak elo bebas mau makan indomie yang di setiap rumah dan warung (dominannya) ada. Tapi, lebih ke membatasi hal tersebut sehingga kontrol dan pengawasan dapat dilakukan dengan maksimal.

Nah, seperti yang elo dan dunia ini tau, prostitusi itu merupakan jajanan yang gak sehat. Prostitusi di indonesia secara moral, sosial, dan budaya di Indonesia, tindakan hubungan seksual yang dijadiin mata pencaharian gak bisa dibenarkan. Di tempat prostitusi baik yang di lokalisasi maupun yang nggak, kita bisa nemuin banyak banget hal negatif. Diantaranya :

Perdagangan Manusia (Human Trafficking)

Apaan tuh? Ribetnya gini : merupakan tindakan perekrutan, penampungan, pengiriman, pemindahan (pemindah tangan-an), atau penerimaaan seseorang dengan ancaman (dalam bentuk paksaan) berupa kekerasan, penculikkan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi. (baca : disini)

Nah, yang kayak begini jelas banget ngelanggar hak asasi manusia. Hak buat hidup, merdeka, dan bebas dari segala bentuk perbudakkan. Pelanggaran ini dapat dijerat sanksi pidana yang diatur dalam undang-undang No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Praktek Seks Bebas yang Merajalela

Kalo udah kaya gini bahayanya banget-banget nih. Serem! Penyakit menular seks seperti Gonorhea, Sifilis, HIV/AIDS, Herpes, akan bebas berserakan akibat Prostitusi di indonesia. It’s ok kalo yang kena itu orang-orang yang emang melakukan perhoohan. Lha, faktanya kan nggak!

Tau gak kamu ada berapa anak yang gak berdosa harus mati sia-sia akibat penularan penyakit ini? Belum lagi praktek aborsi.

Tercipta Kondisi Lingkungan yang Buruk

Prostitusi di indonesia secara logika, Anak-anak yang tumbuh di lingkungan sekitar area prostitusi mendapatkan pengaruh negatif dari lingkungannya yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan mental si anak. Lebih parah lagi kalo anak-anak tadi terlibat langsung dalam kegiatan prostitusi tersebut.

Aktivitas prostitusi yang melibatkan anak dapat dikenakan sanksi pidana yang diatur dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2012 tentang Pengesahan Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child on the Sale Of Children, Child Prostitution and Child Pornography (Protokol Opsional Konvensi Hak-Hak Anak Mengenai Penjualan Anak, Prostitusi Anak, dan Pornografi Anak). (baca : didieu)

Degradasi Moral

Prostitusi di indonesia mengakibatkan kemerosotan moral anak mudanya bakalan kalap menggelagak. Anak muda yang (sejujurnya) demen party-party-yeay akan terjerumus ke circumstance yang gak seharusnya. Jelas ini hal yang salah. Karena, semakin jauhlah negara ini dengan cita-cita para pendirinya.

**

Pernyataan-pernyataan diatas terkait dengan dampak negatif kegiatan Prostitusi di indonesia, gak lagi bisa disanggah kebenarannya. Tapi kalo misalnya kita liat dari sudut pandang lain hasilnya akan BEDA! Kalo diliat dari sisi ekonomi, aktifitas prostitusi bisa memberikan nilai tambah yang geddeeee bagi pendapatan negara.

Berdasarkan hasil penelitian yang terdapat di dalam buku berjudul “Pelacuran di Indonesia, Sejarah dan Perkembangannya” yang ditulis oleh Terence H Hull, Endang Sulistyaningsih dan Gavin W Jones pada tahun 1997, nilai ekonomis industri prostitusi memiliki nilai cukup besar.

Jumlah pekerja seks komersial pada waktu itu diperkirakan terdapat 140.000 – 230.000 orang dari berbagai segmen dengan penghasilan per tahun yang berkisar antara 1,18 miliar dollar Amerika yang jika dirupiahkan dengan kurs saat ini mencapai 15,34 triliun rupiah (Rp 13.000 per USD). Beuh!

Nilai yang sangat besar tersebut baru penghasilan di tahun 1997, gimana dengan nilai prostitusi sekarang? Angkanya dapat dipastiin jauh lebih gede. Angka segede gitu dapat menjadi objek pajak penghasilan yang gede juga bagi pemasukan negara yang selanjutnya dapat memberikan dampak besar pada pembangunan infrastruktur dan pembangunan lainnya di Indonesia.

Nah, seandainya Prostitusi di indonesia dan pemerintah bisa dengan lihai memanfaatkan itu, target pajak yang mencapai Rp. 1.300 triliun bisa banget dibantu dengan kasus ini dan pastinya mengurangi beban defisit yang mungkin terjadi jika target pajak gak tercapai.

Tapi kenyataannya sekarang adalah, pemerintah sama sekali gak memanfaatkan prostitusi di indonesia ini sementara bisnis jorok ini terus berkembang dan merajalela. Sayang banget gak sih?

Jadi, sebaiknya kita melokalisasi prostitusi aja gitu biar gak mubazir? Kalo mau realistis, yaa mending begitu. Liat negara-negara luar yang bisa buat sejahtera rakyat-rakyatnya akibat bantuan dari sektor ini? Indonesia tuh butuh shortcut kalo mau setara dengan negara lain. Gak cuma prostitusi aja. Perjudian, minuman keras, narkoba dsb juga bisa di duitin. Dan, dikontrol pastinya.

Pada masa orde baru, beberapa pemerintah daerah memberikan tempat khusus untuk Prostitusi di indonesia melakukan praktek prostitusi seperti Kramat Tunggak di Jakarta, Saritem di Bandung, Sunan Kuning di Semarang, Pasar Kembang di Yogyakarta, Selir di Solo atau Gang Dolly di Surabaya.

Kramat Tunggak di Jakarta dibangun pada masa Gubernur Ali Sadikin. Pada saat itu penerimaan daerah di APBD kecil banget dan gak cukup untuk melaksanakan pembangunan daerah, sehingga Gubernur Ali Sadikin berinisiatif untuk melokalisasi prostitusi di Jakarta dan memungut pajak daerah dari kegiatan tersebut. Cara ini cukup berhasil dalam meningkatkan kas daerah dan meningkatkan pembangunan.

Cuman, pada era reformasi karena tuntutan dari masyarakat, Prostitusi di indonesia dari beberapa tempat lokalisasi akhirnya harus ditutup, seperti Kramat Tunggak di Jakarta dan Saritem di Bandung. Yang terbaru adalah penutupan Gang Dolly di Surabaya pada tahun 2014 lalu. Kenapa ditutup? Yaa ga usah dijelasin kali yah.

Berbeda dengan prostitusi di indonesia dan negara-negara di barat seperti di Belanda yang menyediakan daerah khusus yang layak bagi kegiatan prostitusi, perjudian, dan penggunaan ganja. Di Red Light District di Belanda asalkan berusia diatas 21 tahun maka hal-hal tersebut dilegalkan. Bagi kebanyakan orang lokalisasi tersebut mungkin dianggap aneh karena melegalkan sesuatu yang memberikan dampak negatif.

Namun, sebenarnya terdapat sesuatu yang positif di baliknya. Karena kegiatan Prostitusi di indonesia hampir gak mungkin untuk dihapuskan maka melokalisasinya akan membuat Prostitusi di indonesia lebih teratur. PSK tidak akan ada di jalanan umum, safe sex dan pemeriksaan kesehatan rutin, anak-anak yang masih di bawah umur tidak akan terpengaruh negatif karena terdapat batas umur pengunjung, dan menambah pendapatan negara dari retribusinya.

But, are we sure about that if we do these policies in here?

Faktanya, Ahok terlalu naif. Ketika Kramat Tunggak masih ada, prostitusi tetap tumbuh subur di luar lokalisasi dengan praktek-praktek terselubung seperti di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat misalnya. Benernya kalo kata papski, di Mangga Besar cuman beda kelas aja. Gak receh. Hahahah

Nah, kelayakan, kebersihan, dan jaminan kesehatan di area lokalisasi prostitusi di indonesia (hampir disemua tempat) tidak terjamin.

Yang terakhir, faktor yang membuat hal tersebut sangat normatif dan sulit terealisasi prostitusi di indonesia adalah faktor sosial dan budaya di Indonesia yang menganut dasar ketimuran. Prostitusi di indonesia ditolak keras disini dan gak ada toleransinya.

Jadi gimana dong nih? Dukung yang mana? Gimana nasib Prostitusi di indonesia? Apa solusinya menurut Revoluside?

Kalo elo nolak lokalisasi, berarti elo setuju Prostitusi di indonesia dihapus. Ya dong? But how?

Evolusi? Iyaa, bukan?

Karena menurut Revoluside, satu-satunya cara untuk hapus Prostitusi di indonesia adalah dengan evolusi which means memusnahkan semua manusia-manusia yang ada di Indonesia, lalu menyisakan bayi-bayi yang baru lahir dan nyediain pesantren dengan para Kyai nya di setiap sudut.

Orang-orang Indonesia tuh sok suci, padahal gak suci. Just, accept it!

Ngaca. Solat aja masih bolong-bolong? Cewe gak pake kerudung aja dibiarin. Padahal dalam islam, setiap muslim harus mencegah semua kemungkaran minimal dengan perkataannya. Apa lo pernah setiap ada cewek yang gak pake kerudung trus lo ceramahin dia?

Bukan urusan lo gitu?

JELAS, itu urusan lo karena nabi pun bilang setiap muslim bersaudara. Sama dengan umat lain. Mereka ikut menolak Prostitusi di indonesia, tapi mereka pun mengakui bahwa mereka bukanlah orang yang taat beragama.

Wakakak, meskipun Revoluside gak punya data yang akurat soal ini dan biasnya gede, tapi Revoluside ngerasa, lo sendiri sudah bisa mengambil kesimpulan soal kebobrokan moral bangsa ini. Lewat apa? Yaa lewat kejadian sehari-hari yang lo alamin aja sih.

It’s broken! Totally broken! Hancur lebur. We need to make it up! Kita butuh evolusi.

Tapi, masa sih pake evolusi-evolusi segala? Kan udah dibilang, maaf-maaf kalo artikel Prostitusi di indonesia ini ngaco. Sekian.

—-Baca juga :

——-Menolak Pengembalian Subsidi BBM

——-Siapa Yang Harus Disalahkan? Ahok? KPI? KompasTV? Atau Tahi?

Sumber :

1. Produk Domestik Bruto Seri 2010 Triwulanan Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Pengeluaran, 2010-2014 (Miliar Rupiah)

2. http://www.pajak.go.id/content/seri-pph-objek-pajak-penghasilan

3. http://www.pajak.go.id/content/article/sensus-pajak-dan-underground-economy?lang=en

4. http://www.feb.undip.ac.id/index.php/arsip-berita/61-dosen/666-prof-purbayu-budi-santoso-dominasi-ekonomi-bawah-tanah

5. http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt52f04db5110f4/ancaman-sanksi-bagi-yang-mendirikan-tempat-prostitusi

6. http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt50d13cca972bc/pasal-untuk-menjerat-pemakai-jasa-psk

7. https://kastratfebui.wordpress.com/2015/04/21/bisnis-prostitusi-nikmat-yang-membawa-musibah-atau-berkah-bagi-indonesia/

About the author

Rizky Zulkarnaen

Speaker, Writer, Engineer

Leave a Comment