Fashion Lifestyle

The Story of Denim & Jeans

Pada artikel kali ini saya tidak akan berbicara sebagai Revoluside, tetapi sebagai diri saya sendiri, seorang pecinta jeans yang selalu tertarik membicarakan seluk beluk dalam dunia jeans.

Sembari menyeduh segelas kopi panas dan menyetel album “Morning View” dari band “Incubus” bahasan ini akan segera saya mulai.

The Story of Denim & Jeans incubus

Incubus

Jeans dan Denim selalu menarik untuk dibicarakan, sebut saja Seawashed Jeans, Selvedge Denim, Blue Jeans, Raw Denim dan banyak lagi istilah dari jeans yang ada. Menurut saya jeans bukanlah tentang fashion belaka lebih dari itu, setiap jeans memiliki ceritanya masing-masing, jeans tertentu dibuat dengan bahan yang tidak mudah untuk ditemukan, beberapa jeans dibuat dengan alat tenun lama dibanding alat pabrik yang tentu menghasilkan tekstur tersendiri dan membutuhkan proses yang tidak sebentar.

Belum lagi penggunaan jeans yang berbeda-beda, ada jeans yang dianjurkan untuk untuk digunakan secara kasar selama beberapa bulan tanpa dicuci untuk menghasilkan tekstur lekukan seperti honeycomb. Para pecinta jeans pasti sudah paham dengan hal ini.

Kali ini saya akan membahas hal yang lebih fundamental mengenai jeans dan denim, darimana mereka berasal dan untuk apa mereka dibuat.

The Story of Denim & Jeans polish jean22

Jeans dan Denim

Kembali ke abad 18, perjalanan panjang denim dan jeans dimulai. Seorang berkebangsaan Prancis, Serge De Nimes mendirikan pabrik katun untuk pakaian yang segera dikenal luas. Nama denim itu sendiri adalah “Americanization” dari nama De Nimes.

Nama Jeans yang diartikan sebagai celana berbahan denim sebenarnya disematkan untuk warga di Kota Genoa, Italia. Warga disana sebagian besar bekerja sebagai pelaut dan mereka selalu menggunakan celana keras berbahan katun dan berwarna kebiruan. “Genes” adalah sebutan untuk warga Genoa.

The Story of Denim & Jeans rsz levis celebrating 185th birthday of levi strauss 08

Pelaut di Genoa

Saya menyimpulkan bahwa sebutan “Denim” merujuk kepada bahan katun tebal yang digunakan untuk membuat celana “Jeans”.

Saya sendiri percaya akan beberapa cerita mengenai penggunaan celana jeans yang cukup masive pada Angkatan Laut Amerika di abad ke 18. U.S Navy (Angkatan Laut milik Amerika) mengenalkan kita kepada celana berbahan katun keras ini pada 1817 ,mereka mewajibkan kru kapal untuk menggulung celananya diatas mata kaki saat mencuci deck kapal, untuk memudahkan pekerjaan ketika suatu waktu bahaya menyerang kapal.

The Story of Denim & Jeans 3641a1eb97b3535062f866aac8a5944d

Jeans pada U.S Navy

Lalu mencuat lah nama seorang pembuat jeans tersebut yakni Jacob Davis. Jacob Davis sendiri dikenal sebagai orang yang bertanggung jawab atas penggunaan celana jeans oleh U.S Navy ini, Jacob saat itu bekerja sebagai penjahit yang mendesign celana kerja dengan kantung keras di sisinya.

Sebagian dari hal yang saya ceritakan ini terdapat dalam buku berjudul

Denim: From Cowboys to Catwalks: A Visual History of the World’s Most Legendary Fabric

The Story of Denim & Jeans DSC 0137

Denim: From Cowboys to Catwalks: A Visual History of the World’s Most Legendary Fabric

Isi dari buku ini menceritakan bahwa jeans sangat berpengaruh pada masa itu, cerita perjalanan panjang jeans yang sempat disematkan kepada cowboy, kaum protelar yang juga turut berpengaruh akan lahirnya masa pemberontakan, namun hal ini justru membuat jeans semakin populer. Denim seakan terlahir sebagai pabrik legendaris di dunia.

The Story of Denim & Jeans jeans1

Cowboy

Jeans benar-benar melahirkan banyak cerita. Jeans juga menjadi kesukaan pemusik-pemusik legendaris seperti Jhon Lennon, Jimi Hendrix, hingga Elvis Preasley.

Kali ini saya akan menunjukan kembali buku yang lumayan seru, buku ini menceritakan tentang perkembangan jeans di negeri Paman Sam (Amerika Serikat)

Jeans of The Old West : A History

The Story of Denim & Jeans DSC 1437

Jeans of The Old West : A History

Buku ini menceritakan tentang perkembangan jeans pada abad 19 di negeri Paman Sam. Berlatarkan Kota California dimana masa Gold Rush sedang terjadi, dan mayoritas penduduk yang bekerja sebagai penambang emas. Pada saat itu San Fransisco menjadi pusat industri dan perdagangan di Dunia Barat, disinilah lahir brand-brand besar denim yang mendunia.

Singkat cerita Levi Strauss yang lahir di Jerman ini bermigrasi ke Amerika, Strauss ikut berburu emas pada masa Gold Rush ini. Strauss mencoba peruntungannya dengan menciptakan jeans berpaku tembaga yang disebut Waist Overalls yang dia tawarkan kepada para pencari emas di California.

The Story of Denim & Jeans d3999 gold rush is over 880970960 large

Penambang di masa Gold Rush

Celana jeans buatan Strauss ini memiliki ciri khas yakni kantung kecil di sebelah kanan atas celana yang difungsikan untuk menyimpan hasil tambang (bijih emas). Dilengkapi dengan rivet tembaga, seperti kancing paku yang ditempatkan di bagian kantung dan depat. Celananya pun didesain sebagai celana kerja yang kuat dan fleksibel.

Tak lama pun Strauss mendirikan perusahaan Levi Strauss & Co pada 1853 di San Fransisco, California, Amerika bersama dengan partnernya Jacob Davis. Jacob Davis sendiri sudah terbiasa membuatkan celana kerja untuk tetangganya yang mayoritas bekerja sebagai tukang kayu. Jeans buatan Strauss ini sangat digemari oleh kalangan pekerja tambang.

The Story of Denim & Jeans Denim workwear

Jeans Tukang Kayu

Celana Jeans dan Budaya Barat di masa 90an

Hal ini menjadi sangat berkaitan karena di masa 90an jeans ini menjadi tren baru di kalangan remaja Amerika. Saya menemukan adanya keterkaitan antara penggunaan jeans dan budaya barat, saya mengambil contoh generasi 90an yakni vokalis dari band rock Nirvana, ”Kurt Cobain” sebuah gaya musik memberontak yang dibawakannya berpengaruh besar pada kepribadian remaja Amerika, generasi anti kemapanan yang tidak percaya akan guna dari pemerintah. Lebih dari itu fashion seperti kemeja lusuh dan bekas atau flannel dipadukan dengan blue jeans robek-robek yang dikenakan Cobain menjadi sebuah hal yang sangat keren di masa itu.

The Story of Denim & Jeans wallpaper 1000878 large

Kurt Cobain dengan Jeans Robek-Robeknya

Dan tentu saja disertai penggunaan jeans yang semakin marak, Cobain turut serta di dalamnya. Lalu pada masa itu juga sempat ditandai dengan budaya Hippie yang cukup merebak luas, generasi “child flower” yakni para wanita dan pria yang memiliki prinsip kebebasan dalam hidupnya, kebiasaan penggunaan ganja yang berlebih, hidup nomaden. Namun saya cukup mengagumi Budaya Hippie ini karena gaya fashionnya yang out of the box, celana jeans yang dipadukan dengan kain atau kaos berwarna cerah tanpa menggunakan alas kaki cukup menjadi tren yang saya akui sendiri sangat keren.

Banyak sekali hal menarik yang saya ingin ceritakan mengenai Jeans dan Denim ini. Baiklah sebaiknya saya kembali memanaskan kopi saya yang harumnya sudah mulai hilang.

Pertanyaan kembali muncul dalam benak saya seiring dengan kopi yang saya seruput kembali, lalu bagaimana dengan bahan jeans yang baik? Seperti apa perawatan jeans yang benar? Bagaimana kualitas jeans yang baik? Brand apa saja yang bisa saya coba? Bagaimana cara melakukan Seawashed? Ingin rasanya saya menuliskan semua hal yang saya tahu pada artikel kali ini.

Tentu akan menjadi terlalu panjang jika saya menyelesaikan kesemua pertanyaan tersebut. Kali ini saya akan mencukupkan sampai disini dan saya akan melanjutkan cerita saya tentang jeans di part berikutnya.

About the author

Usman Faiz

An adventurer, musician, engineer, and writer. Now study at Institut Teknologi Bandung.

Leave a Comment