Speak

Siapa Yang Harus Disalahkan? Ahok? KPI? Kompas TV? Atau TAHI?

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ‘kembali’ melontarkan kata-kata kasar dan gak beretika. Gak tanggung-tanggung, tragedi kali ini terjadi secara ‘LIVE’ didepan semua pemirsa. Wawancara yang dipandu presenter Aiman Witjaksono itu terkait kisruh anggaran APBD DKI. Dan Ahok berulang kali menyebut kata TAI untuk menggambarkan kelakuan para anggota DPRD DKI.

… Trus?

Oya, terus banyak banget orang-orang yang ngeributin hal ini. Banyak yang mencela balik Ahok, banyak juga yang ngebela.

Jadi Pak Ahok salah gak sih benernya? Menurut lo salah gak? Kalo menurut Bapak DPR RI Drs. Mahfudz Siddiq, M.Si, Ahok SALAH udah lakuin itu. Doi sampe ngirim surat segala ke Ahok yang isinye kayak gini:

Pak Gubernur Yth
Apakah Bapak tidak menyadari bahwa sekian juta masyarakat Indonesia menyaksikan acara tersebut?Apakah Bapak tidak mengingat bahwa sosok Gubernur adalah seorang yang dijadikan panutan oleh masyarakat Jakarta? Termasuk sekian banyak anak-anak dan remaja yang butuh pembelajaran dan keteladanan yang baik?
 
Pak Gubernur Yth
Bangsa kita saat ini, terutama generasi mudanya sedang mengalami krisis moral. Perilaku yang tidak lagi saling menghormati dan menyayangi sesama, perilaku saling memperolok dan menyakiti serta kebiasaan menggunakan kata-kata kasar dan kotor. Saya meyakini untuk memperbaiki kondisi ini kita harus memberikan contoh dan teladan baik, khususnya dari para pemimpinnya.
 
Apa jadinya jika anak-anak, remaja dan generasi muda kita melihat bahwa pemimpinnya sendiri berbicara dengan tutur kata yang tidak sopan dan bahkan tidak segan mengeluarkan makian kasar di depan umum.
 
Saya sangat menghormati Anda Pak Gubernur sebagai pimpinan masyarakat Jakarta. Saya akan dukung penuh program nyata Bapak yang baik. Saya juga dukung penuh jika Bapak ingin membersihkan praktek curang dan korup. Namun sekali lagi lakukan itu dengan cara yang baik.
 
Terakhir Pak Gubernur. Kebetulan pekerjaan saya mengharuskan saya berinteraksi dengan banyak tokoh dan pemimpin di berbagai negara. Ternyata mereka pun memberi perhatian terhadap berita-berita media menyangkut kiprah Bapak. 
 
Dengan kerendahan hati saya berharap suara warga ini sampai dan Bapak mau dengarkan. ‘Sebaik-baik manusia adalah yang mau mendengarkan perkataan, dan mengikuti apa-apa yang baik.’
 
Salam hormat
 
Mahfuz Sidik

Beuh!

Dan ternyata, kasus ngomong kotor di TV ga cuman terjadi di Indonesia. Tapi di negara Barat juga pernah kejadian dan tokoh yang terlibat pun gak main-main. Siapa emang? Simak cerita berikut baik-baik:

Bermula dari percakapan informal antara presiden AS George Bush Jr dgn PM Inggris Tony Blair dlm sesi rapat pertemuan puncak G-8. Pertemuan di St Petersburg- Rusia tsb diliput live banyak stasiun TV di antaranya CNN.

Tema bahasannya waktu itu tentang situasi konflik Timur Tengah. Di sela rapat tersebut terjadi obrolan informal antara Bush dan Blair – yg kemudian jadi menghebohkan.

Bush geram banget dengan sikap PBB terhadap konflik Israel yang diserang mortir-mortir Hizbullah. Lalu setengah berbisik kepada Blair, presiden Bush berujar “See the irony is what they need to do is get syria to get Hezbollah to stop doing this shit and it’s over!”

Bush gunakan kata “shit”. Rupanya obrolan ini tertangkap mikrofon di depan mereka yg masih ON. Percakapan itu terdengar di forum dan tersiar live di CNN. Menyadari situasi itu, kedua pemimpin negara besar sontak kaget. Spontan Blair mematikan mikrofon di depan meja mereka.

Keduanya gagap dan staf mereka segera memastikan tidak ada TV yg meliput live. Apa daya, ternyata TV CNN sedang on air. Insiden dengan ucapan satu kata ‘shit’ yang diucapkan hanya sekali oleh Bush tak bisa dicegah dan telah tersiar ke seluruh penjuru dunia via TV CNN. Esoknya publik Amerika geger atas insiden kata ‘shit’ dari mulut presiden mereka. Tuai protes dimana-mana dan jadi isu debat publik di media. Publik amerika malu atas insiden tersebut meski mereka dapat penjelasan akan ketidaksengajaan ini.

Cerita pun berlanjut, Federal Communication Commission (FCC) – semacam Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ikut bereaksi. FCC memanggil direksi CNN atas tayangan live tsb dan dikenakan sanksi denda besar. Kenapa FCC merespon keras? Karena mereka punya code of conduct & code of ethics untuk lembaga penyiaran, antara lain; “Seven dirty words”.

“Seven dirty words” adalah 7 kosa kata kasar dan kotor yg diharamkan tayang di media penyiaran. Salah satunya kata “shit” atau “tai”. Jadi dlm kasus ‘shit’ tersebut seorang Presiden mendapat sanksi sosial dan harus minta maaf secara terbuka disiarkan langsung oleh banyak TV.

Stasiun TV CNN yg tanpa sengaja menyiarkan langsung ucapan ‘shit’ itu pun mendapat sanksi berat dari Komisi Penyiaran di Amerika (FCC). Tony Blair yg tidak menggunakan kata ‘shit’ ikut terkena imbas dari insiden tersebut.

Walaahhh.. Gimana? Jadi ini beneran salah Ahok? Trus Ahok harus minta maaf seperti yang dilakuin Presiden Bush? Yaiyalah! Masa etika kita lebih buruk dari negara barat? Dan nyatanya, Ahok juga udah minta maaf kan?

Cuman kok, kaya ada yang masih mengganjal dipikiran gue? Mungkin karena gua mikir kesalahan bukan sepenuhnya ada di Ahok. Kenapa begitu? Karena kata TAI yang disebutin sama Ahok itu ditujukan ke subjek yang tepat! Ya gak sih?

Sekarang gini deh, kalo ada orang yang pengen ngembat uang negara tapi malah ngeles dan balik nyerang orang lain tanpa rasa bersalah, apa bukan TAI namanya, hah?

Masih belum ngerti? Nih, misal ada orang yang pengen ngerebut pacar elo, trus pas udah ketauan, si orang tersebut malah nyalahin elo karena elo kurang ganteng! TAI banget gak sih tu orang?

Lagian kan maksud Ahok itu baik, agar subjek yang dimaksud sadar akan sikap mereka yang kayak TAI. Sekarang kalo elo tau Indonesia korupsinya banyak tapi elo gak punya perubahan dalam menyikapinya, apakah angka korupsi itu bakalan turun? Nahh, Ahoklah salah satu orang yang berbeda dalam menyikapinya. Kita mesti tau, kalo terkadang kita harus ngelakuin hal yang ‘gak biasa’ saat hal yang ‘biasa’ udah gak mempan!

Tapi kan gak harus bilang TAI juga kali? Itu kan kasar banget. Gak bagus kalo diliat/didenger publik.

Kalau elo bilang TAI itu kasar, lupa ya kalo elo baru aja bikin rame twitter dengan hashtag #OneDirectionJancuk? Tau gak sih lo apa arti kata jancuk itu?

IH!!! Tetep aja, Ahok kan figur publik. Seharusnya gak kaya gitu!

Oke, gua kalah. Cuman nih, kalo stasiun TV yang nyiarin profesional, ini semua gakkan kejadian. Jadi salah stasiun TV yang nyiarin dong? Bisa jadi! Scroll aja kebawah.

 Apakah KompasTV salah?
Dengan berani gua bilang, iya salah banget. Bangetbangetbanget. Parah bangetnya! Kenapa dia ngadain siaran on air tapi gak siap dengan segala kemungkinan terburuk? Seharusnya hal macem gini bisa dihindarin kalo kompasTV sigap dan punya manajemen yang baik saat siaran.
“Tapi kan, semua orang juga diajarin soal etika? Apalagi Pak gubernur yang sekolahnya tinggi. Jadi yaa kita gak usah khawatir soal itu.” Weeeit.. Logika elu salah men! Elo gak bisa menilai/percaya dengan keistimewaan seseorang berdasarkan gelar dan jabatan yang dia miliki. Dengan kata lain, appeal to authority. Seandainya kompasTV membuat kesepakatan dengan pak Ahok mengenai aturan saat bersiaran dan Ahok menyetujuinya, TAHI pun gak akan keluar dari mulut pak Ahok.
– 
Jadi, sekarang salah ada di KompasTV, begitu? IYA!
Btw bukan gua doang lho ternyata yang nyalahin KompasTV. Ternyata KPI juga menilai kalo letak kesalahan emang ada di KompasTV. Bisa lo baca di sini. Bahkan gak tanggung-tanggung, KPI ngasih sanksi ke KompasTV.
Menurut lo, kira-kira bener gak langkah yang diambil KPI? Cek poin selanjutnya deh.
 Apakah KPI benar?
– 
Dalam menindak lanjuti kasus TAHI diatas, ya benar. Tapi dalam kenyataannya, KPI punya banyak kesalahan. Kenyataan gimana maksudlo? Play video ini deh:

– 
Sebelumnya gua mau bilang ke elo kalo penting banget buat play video diatas biar bisa nyambung dibahasan ini. Jadi, udah diliat? Cuma satu menit kokk.
Udah kan diliat? Nahh.. Apakah kenyataannya SELAMA ini KPI bertindak benar?
Menurut lo, sinetron yang nayangin adegan sender-senderan, peluk-cium, perlukah di sanksi? FTV yang ga berenti nyeritain soal pacaran saat remaja? Emang kehidupan remaja pacaran doang? Sok aja kalo lu mau jadi remaja ala tv kita saat ini. Hal diatas kan gak jauh beda sama kasus TAHI yang kita bahas. Sama-sama memberikan contoh yang tidak baik. Ya ga?
Gua tanya lagi. Frekuensi itu milik siapa sih? Milik stasiun televisi kah? Nggak! Milik publik. Semua orang punya hak atas frekuensi yang dikelola industri televisi. Lantas, bagaimana televisi membingkai mereka dan persoalan mereka? Apakah dengan siaran pernikahan yang 13-jam gak berenti-berenti?
– 
Kalo frekuensi milik publik, apakah di televisi punya informasi cukup yang sengaja dibuat untuk kelompok masyarakat minoritas, yang berguna bagi kebutuhan hidup mereka? Apakah berita yang mengangkat aspirasi masyarakat adat atau kaum difabel sudah tersedia dengan cukup dan dalam nada yang suportif? NGGAK TUH!
Kalo frekuensi milik publik, kenapa chanel A menangin partai TAI, chanel B menangin partai KOTOK?
KPI, kamu merasa benar?
TAHI
– 
“TAHI yang salah, siapa suruh dia bau?”. Inilah jawaban ade gua saat baca judul artikel ini.
***
So, tragedi KPI KompasTV Ahok TAHI diatas, menjadi tamparan buat semua lapisan masyarakat yang berkelut dalam bidang terkait untuk banyak berbenah. Semua bisa benar, dan pada saat yang sama semua bisa jadi salah. Namun, kelasahan tidak akan pernah berarti apa-apa apabila kita tidak mau merubahnya dengan yang benar. Bukankah burung harus menjatuhkan dirinya jika ingin terbang?
—-Baca juga :
Source:

http://news.detik.com/read/2015/03/18/130637/2862212/10/marah-dan-bicara-tak-pantas-saat-wawancara-live-di-tv-ini-penjelasan-ahok

http://www.lifehack.org/articles/communication/15-things-only-straightforward-person-would-understand.html

http://malesbanget.com/2015/03/yah-pak-ahok-ngomong-tai-gak-usah-minta-maaf-kali-ini-alasannya/

http://www.antaranews.com/berita/486247/ketua-komisi-i-dpr-prihatin-pemilihan-kata-kata-ahok

http://www.pkspiyungan.org/2015/03/kultwit-mahfudz-siddiq-ahok-ucap-kata.html

https://yourlogicalfallacyis.com/appeal-to-authority

http://frekuensimilikpublik.org/blog.detail.php?id=4&title=13.Jam.Mantenan.Raffi-Gigi.dan.Kekalahan.Publik

http://frekuensimilikpublik.org/blog.detail.php?id=5&title=Menjadi.Remaja.Ala.Televisi

https://www.youtube.com/watch?v=IMHZ4yyv9FE

http://frekuensimilikpublik.org/content.php?id=2&title=Suara.di.Tepian

http://www.suaranews.com/2015/03/indonesia-yang-ngomong-maaf-tai-ahok.html

About the author

Rizky Zulkarnaen

Speaker, Writer, Engineer

8 Comments

Leave a Comment