Youthack

Selamat Datang di Dunia Perkuliahan

Universitas_Gunadarma selamat datang di dunia perkuliahan Selamat Datang di Dunia Perkuliahan Universitas Gunadarma

“Kampus adalah institusi dan lembaga tertinggi dalam pendidikan. Disinilah ilmu dikembangkan, dikritisi, dipertanyakan, dan diperkaya untuk menjadi lebih sempurna.”

Welcome back!

Ya ya yaaa… Revoluside tau kok kalo kamu nggak bisa berhenti cengar-cengir ngeliat pengumuman SBMPTN kemarin. Sayangnya nggak semua bisa merasakan euphoria yang sama seperti kamu-kamu yang lagi berbangga diri karena keterima SBMPTN.

Tenang aja. Ini cuma masalah waktu dan usaha aja kok! Peluang masih terbuka lebar. Masih banyak ujian mandiri lain yang bisa kalian coba kan?

Nah, di artikel kali ini Revoluside akan mencoba senetral mungkin memosisikan diri. Sehingga, bukan hanya memberikan informasi baru buat kamu (yang keterima SBMPTN), tetapi juga memotivasi kamu yang lagi berjuang lewat jalur-jalur selanjutnya.

“Apasih perbedaan yang bakal kamu rasakan di dunia perkuliahan?”

Mungkin banyak yang bilang kalo masa-masa paling indah adalah masa SMA. Padahal sebetulnya, keindahan yang paling ‘haqiqi’ (bahasa anak gaul jaman sekarang) bakal kamu dapatkan setelah lulus SMA. Nggak percaya? Revoluside bakal buat kamu percaya!

Disini, Revoluside akan jabarin soal perbedaan dan hal-hal baru yang bakal kamu rasakan saat masuk ke dunia perkuliahan. Kalo bisa dirangkum sih, ada dua sisi perbedaan yang akan kamu alami saat masuk ke dunia kampus. Sisi pertama adalah sisi kehidupan yang ada dalam diri kamu sendiri (individu), dan yang kedua adalah sisi kehidupan yang ada di sekitar kamu (sosial).

Yuk langsung dibahas!

The Difference from Your Individual’s Daily life 

 

#1 Kelas dan Akademik

kelas sabrut selamat datang di dunia perkuliahan Selamat Datang di Dunia Perkuliahan kelas sabrut

Pertama banget Revoluside akan coba bahas jumlah orang didalam kelas. Soalnya, ini menjadi salah satu perbedaan paling mencolok saat kamu pertama kali jadi mahasiswa.

Di sekolah, kamu terbiasa dengan jumlah 40an orang di dalam satu kelas. Kalo di universitas, walaupun banyak juga kelas-kelas kecil yang isinya 15-20 orang, kamu kemungkinan bakal ngerasain kelas supergede yang isinya bisa lebih dari seratus mahasiswa. Loh kok bisa sih?

Gini. Dalam dunia perkuliahan, kelas tuh dinamis. Kamu harus pindah-pindah kelas sesuai mata kuliah yang kamu kontrak. Dengan begitu, nggak menutup kemungkinan kalo kamu bakalan satu kelas sama orang-orang yang nggak seangkatan sama kamu. Bisa aja sama senior yang ngulang mata kuliah tersebut, atau bahkan junior yang ngambil mata kuliah tersebut lebih awal.

Kalo gitu, berarti bisa aja setiap orang dalam sebuah universitas punya jadwal yang berbeda-beda?

Bah, nggak ribet tuh staff akademik kalo mesti ngurusin jadwal tiap mahasiswa?

Weits, btw ngapain juga staff akademik ngurusin jadwal kamu? Enak banget. Makanya diciptakanlah sistem paket atau yang biasa disebut Sistem Kredit Semester (SKS). Kamu akan ngerti deh gimana persisnya metode SKS ini applied di kampus saat kamu masuk. Dan santai aja, karena mahasiswa semester satu pasti akan dipandu dosen dan senior untuk menjelaskan sistem SKS ini.

Setelah kamu ngerti sistem ini, kamu bisa deh yang namanya nentuin tujuan akademik yang akhirnya bisa ngasih kebebasan kamu untuk mengambil atau menunda mata kuliah sesuka hati. Namun tentu, semua pilihan ada konsekuensi masing-masing yang harus ditanggung.

Terus, selain hal diatas, ada lagi nggak kebebasan yang bakal didapat?

Wess, buanyak banget! Scroll aja terus ke bawah.

 

#2 Menjadi Manusia Bebas

images (1) sabrut selamat datang di dunia perkuliahan Selamat Datang di Dunia Perkuliahan images 1 sabrut

Hidup di kampus itu bebas banget bro!

As soon as possible, kamu akan mengerti trik-trik ampuh titip absen dan cabut kuliah. Kebanyakan mahasiswa mulai menyadari kalo kuliah cuma masuk kelas doang itu nggak asik. Akhirnya, mulai deh aktif di organisasi, ikut kepanitiaan acara ini itu, gabung di perkumpulan mahasiswa, masuk klub olahraga kampus, ikut seminar, dll.

Jadi, jangan kaget kalo ada temen kamu nanti yang cuma nongol pas ujian akhir doang.

Nggak heran kalau dosen-dosen yang ‘gampang’ memberikan nilai pada matkulnya, udah pasti jadi dosen favorit sejurusan! Meskipuuuun, si dosen ngajarnya nggak beres, cuma ngomong sama papan tulis, mengandalkan powerpoint, dan sering angkat telepon terus pergi. Tapi ini lah yang paling dicari!

Kenapa? Karena hidup tiap mahasiswa tuh selalu padat (baik jelas ataupun nggak jelas). Tipe dosen kayak gini lah yang nggak bakal memberatkan kamu dari segi akademik saat kamu lagi asik dalam passion kamu atau sekadar senang-senang.

Nah, karena kamu secara nggak langsung diposisikan sebagai manusia bebas saat kuliah, terkadang dosen kamu pun bisa jadi ngiri ingin juga punya kebebasan seperti yang kamu miliki.

Contoh kasusnya gini :

Ketika hari itu cuma ada satu matkul dan masuk jam 7 pagi, kebetulan si dosennya udah dicap sebagai dosen terkiller se-jurusan. Kamu udah berusaha bangun pagi karena nggak mau kena marah, tapi kenyataannya kamu bangun telat. Sisa 15 menit menuju jam 7. Jarak kosan ke kampus sekilo, dan akhirnya kamu memutuskan untuk nggak mandi. Di jalan kamu lari-lari. Nyampe kelas ngos-ngosan, dan.… Eng ing eng…. Nggak ada orang di kelas. Kamu cek hp, buka grup kelas ada chat, “Teman-teman maaf baru ngabarin. Bapak killer pagi ini berhalangan hadir. Matkul dipindahkan ke jam 3 sore hari ini”. Surprise! Bayangin tuh rasanya gimana!

See? Fair enough, right?

 

#3 Style

kemeja cowok selamat datang di dunia perkuliahan Selamat Datang di Dunia Perkuliahan kemeja cowok

Style berpakaian itu penting. Jaman SMA kita cuma memikirkan gimana mix and match pakaian kalo mau hangout di luar jam sekolah aja kan? Di sekolah kita masih pakai seragam yang ketentuannya udah jelas tiap harinya.

Lah ini kuliah (kecuali sekolah tinggi, akademi-akademi, dan jurusan tertentu), setiap hari memakai baju bebas. Akan jadi masalah buat kamu yang bakalan bingung menentukan baju apa yang akan kamu pakai — hari ini. Bahkan ada saja mahasiswa yang telat ngampus cuma karena pusing mau pakai baju apa.

Tapi secara tidak sadar, disini lah kamu akan menemukan style kamu sendiri dalam berpakaian. Sehingga nantinya akan menjadi pembeda dan menjadi keunikan yang kamu punya. Kamu pun nggak usah takut hilang arah dalam menentukan style. Teman-teman satu jurusan kamu akan bantu mennunjukkan style apa yang cocok buat kamu!

Dalam beberapa kasus, bukan style kamu lagi yang jadi ciri khas. Tapi style ‘jurusan’ yang sudah menjadi stereotype khalayak umum. Dan biasanya, secara nggak sadar dan perlahan kamu bakal ikut bergaya demikian. Karena style tersebut akan langsung mendeskripsikan karakter kamu. Contoh kasusnya gini :

Kalo dijalan kamu liat kakak-kakak rapi, modis, stylish, pakai minyak rambut, klimis-klimis kece, tapi nggak nyentrik, kemungkinan besar itu anak jurusan manajemen bisnis atau industri. Terus yang tampilannya keren dan ekstrem (nyentrik), rambut gondrong, agak aneh-aneh, kemungkinan itu anak seni. Kalau yang tampangnya kutu buku, berkacamata, kerudung menjuntai menutupi dada, kemeja dikancingin, biasanya sih anak matematika, biologi atau fisika. Pokoknya MIPA banget. Kalau yang tampangnya amburadul, rambut acak-acakan, banyak bekas-bekas luka di tangan, tapi ketampanannya boleh di adu, nggak salah lagi, pasti anak teknik! Kalau yang pake tas dan sepatu gunung ke kampus, itu jelas anak geologi, geofisika, atau tambang. Kalau yang cantik-cantik, rambutnya dicepol atau dikuncir satu, sering pakai jas lab lengannya digulung, bau obat tapi pinter biasanya kedokteran dan farmasi. Terakhir, kalau mukanya bening-bening ‘say no to acne’, pakai high-heels, celana jeans ketat, kuliah cuma bawa binder kecil, jalannya bergerombol haha-hihi, biasanya anak komunikasi.

But, not at all sih… Just mostly.

 

#4 Udah Bisa Cari Duit 

Kamu bakal merasakan surga dunia ketika libur panjang datang. Biasanya setelah UAS semester ganjil.

Ini merupakan kesempatan buat kamu untuk memanfaatkan hari libur yang panjang. Sayang banget kalau cuma dihabiskan buat leyeh-leyeh dirumah, nge-hedon, nongkrong nggak jelas, dsb. Mending kamu cari duit. Yoi nggak?

Emang nggak jarang sih mahasiswa yang menggunakan waktu liburan untuk trip ke luar kota bahkan keluar negeri. Cuma, nggak sedikit juga yang memanfaatkan waktu kosong itu dengan baik. Nggak jarang kan kamu melihat ada mahasiswa yang update status “LIBUR = LEMBUR”? Karena, biasanya mereka memang sudah mempunyai profesi.

Kamu pun punya kemungkinan jadi salah satu dari mereka, atau minimal punya teman seperti mereka (yang sudah bisa cari duit sendiri). Setidaknya, kamu bisa ngintip dari mereka tentang gimana susahnya mencari uang dan akhirnya berusaha lebih keras buat menyelesaikan kuliah kamu.

Revoluside akan merangkum beberapa profesi yang biasa diambil mahasiswa saat mereka kuliah. Biasanya, profesi-profesi ini dianggap tidak terlalu membebankan alias ‘kerja santai’. Kalau kamu mau, mungkin kamu bisa coba profesi-profesi berikut ini,

 

—–Fotografer

fotografer sabrut selamat datang di dunia perkuliahan Selamat Datang di Dunia Perkuliahan fotografer sabrut

Daripada jeprat-jepret nggak jelas dan selfie ala-ala, mahasiswa yang cerdas bakal memanfaatkan ini menjadi ladang duit. Karena saat ini, fotografi tidak hanya sebagai wadah untuk menyalurkan hobi. Tapi juga untuk berkreasi seni. Pas banget buat mahasiswa yang mau kerja tapi nyantai di waktu libur kuliah.

Lumayan kan kalo ada penghasilan lebih saat libur semester?

—–Freelance Writer

sexy writer sabrut selamat datang di dunia perkuliahan Selamat Datang di Dunia Perkuliahan sexy writer sabrut

Kayak yang lagi Revoluside lakukan sekarang aja. Nggak pernah terbayang kan kalo artikel Revoluside bisa nembus 1500 viewers cuma dalam waktu 4 jam setelah dipublish?

Nggak cuma itu aja, skill menulis itu juga mutlak diperlukan oleh mahasiswa karena mengingat banyaknya tugas seperti paper, makalah, skripsi, dsb yang setiap harinya mesti dikerjakan mahasiswa.

Selain bikin kamu nambah jago nulis, yang kayak gini juga bisa menghasilkan duit. Nggak rugi kan?

—–Guru Privat

prof calculus sabrut selamat datang di dunia perkuliahan Selamat Datang di Dunia Perkuliahan prof calculus sabrut

Buat kamu yang kuliahnya jurusan sastra Inggris, Perancis, Mandarin, atau Rusia, bisa memanfaatkan ilmu yang kamu dapatkan di bangku kuliah buat cari uang tambahan.

Profesi guru privat bisa kamu cobain. Jadi guru privat SMP atau SMA juga bisa sih. Selain nggak terlalu menghabiskan waktu, profesi ini juga memiliki penghasilan yang terbilang lumayan besar meskipun hanya pekerjaan sampingan.

Emang banyak tantangannya. Tapi seru! Mau coba ikutan kerja juga nanti pas kamu kuliah?

ATAU,

ingin nyantai kerjanya, duit gede dan kuliah lancar?

Bisa sih. Bisa banget! Tapi jadi ini :

mie ayam kampus sabrut selamat datang di dunia perkuliahan Selamat Datang di Dunia Perkuliahan mie ayam kampus sabrut

Hahaha don’t take it seriously…

Segitu aja sih yang akan banyak berdampak dalam kehidupan pribadi kamu saat masuk ke kampus.

Sekarang yuk lanjut pembahasan kedua!

The Difference from Your Social’s Daily life

 

#1 Kebhinekaan

masbrooo-indahnya-perbedaan sabrut selamat datang di dunia perkuliahan Selamat Datang di Dunia Perkuliahan masbrooo indahnya perbedaan sabrut

Kampus itu ibarat miniatur Indonesia. Dan Indonesia itu beragam, dari mulai penyebaran geografis yang terdiri dari 18.307 pulau dengan dihuni oleh lebih dari 300 etnis/suku bangsa, dan berkomunikasi dengan 737 ragam bahasa daerah. Beuh! Indonesia punya!

Jadi, kamu jangan kaget kalau (calon) teman-teman seperjuangan kamu di masa kuliah itu adalah “makhluk-makhluk yang ajaib” di mata kamu.

Dari mulai berasal dari suku/etnis yang beragam, budaya sopan-santun yang beda tolak ukurnya, bahasa daerah yang suka nyamber kesana-kemari, punya teman-teman yang berbeda keyakinan – dari agama sampai pandangan politik. Pokoknya “kacau” (baca: seru) banget deh temen-temen kamu nanti!

Di dunia kampus, kamu baru bisa melek dan melihat keragaman Indonesia yang sebenar-benarnya di depan mata kamu.

Karena saking beragamnya, nggak menutup kemungkinan juga kalo kamu bakalan ketemu sama kaum-kaum minoritas semacam LGBT (Lesby, Gay, Biseks, Transgender) dan pecandu Narkoba. Hiiiy…

Tapi, kamu nggak perlu menjauhi mereka-mereka yaa… Bertemanlah dengan siapapun. Kamu kan udah gede! Bisa bedain kan mana yang baik dan buruk? Ini menuntut kedewasaan kamu dalam berpikir, bertindak, dan bergaul. Welcome to the college life, folks!

#2 Time Management

Lagi-lagi. Ngomongin soal campus life itu asik banget! Karena kamu bakalan jadi bagian dari itu semua. Revoluside kasih tau kamu dari sekarang yaaa…

Jadi, ada yang namanya lingkaran setan mahasiswa. Siklusnya tuh terdiri sleeptime-study-social. Nah banyak yang ngejudge bahwa nggak ada seorang pun mahasiswa yang bisa melakukan semua hal ini dengan sempurna. Because it’s hard to do.

Kalau kamu memperhatikan temen kamu yang rajin ikut kepanitian terus IPnya memuaskan, coba deh kamu tanya, dia tidur berapa jam dalam sehari? Dijamin, waktu tidurnya bakalan bentar banget. Ketika kamu berhasil mengejar IP kamu dan waktu tidur kamu cukup, kamu pasti bakal melewati beberapa acara kampus, because you prefer to study. Ya dong?

Hal ini akan sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial kamu. Jangan sampai hubungan kamu dengan lingkungan sekitar jadi nggak berjalan atau bahkan hancur karena kamu yang nggak bisa membagi waktu. Terus apa solusinya?

Solusinya, time management itu sendiri.

Businessmen and Clock selamat datang di dunia perkuliahan Selamat Datang di Dunia Perkuliahan time management1 sabrut

Mahasiswa dan Waktu

Emang sih, ‘Time Management’ itu terdengarnya gampang. Tapi, ini susah buuaanget buat diterapkan.

Kamu mesti benar-benar PATUH sama waktu.

Nggak jarang juga ko yang berhasil, walaupun hasilnya masih belum sesuai dengan ekspetasi. Ya seenggaknya kamu bakal dapet IP yang lumayan, soft skill yang cukup, dan kesehatan (waktu tidur) yang cukup.

Nah, ini kembali lagi kepada target setiap mahasiswa yang awesomely beragam. Tergantung jurusan, organisasi, dan kesibukan yang kamu miliki.

Berikut contoh bentuk pengaplikasian time management yang sebenernya bukan time management, tapi sering diterapkan sama mahasiswa.

Contoh, mereka yg ikut fast track bisa berbulan-bulan nggak nongol di acara-acara kampus dan nongolnya ketika mepet waktu kelulusan atau sidang.

Atau, yang jadi aktivis kampus. Tiap hari rapat dan kajian, mengikuti setiap demo, selalu ada dalam tiap acara besar di kampus. Nah, yang gini gini nih biasanya bakal sering kamu lihat sampai bosan. Saat itu pun kamu baru menyadari bahwa ternyata doi udah 7 tahun hidup di kampus gara-gara akademis jelek dan sering ngontrak ulang matkul. Aaak! Semoga nggak terjadi di kamu ya…

Tapi, nggak ada yang salah kok dengan itu semua. As long as you know your goals and decide what track will you choose, you’re free to go! And enjoy!

Dan satu lagi, jangan takut dan pesimis untuk jadi disiplin. Disiplin tuh kayak otot. Semakin kamu latih, maka akan semakin kuat!

#3 Birokrasi Perizinan

Sebenernya poin ini agak dikhususkan buat kamu yang berencana berorganisasi di kehidupan kampus. Tapi, siapapun kamu, besar banget kemungkinan kalau kamu bakalan jadi anggota suatu organisasi dan dikasih tanggung jawab untuk menyukseskan sebuah acara.

Bedanya sama jaman SMA, kalau mau bikin kegiatan tinggal susun proposal, minta tanda tangan guru pembimbing, ajuin ke Kepsek, done!

Di dunia perkuliahan not as simple like that! Kira-kira birokrasinya kayak gini:

17-birokrasi-MI sabrut selamat datang di dunia perkuliahan Selamat Datang di Dunia Perkuliahan 17 birokrasi mi sabrut

Aaak!

Oh gak ya, lebay.

Tapi beneran, birokrasinya ribet. Pertama, kamu harus nentuin dulu acara yang bakal kamu selenggarakan ini ruang lingkupnya sampai batas mana. Jurusan kah, fakultas kah, atau Universitas kah? Dan ketiga ruang lingkup itu punya birokrasi yang berbeda-beda.

Misal, kalo di salah satu universitas negeri di Bandung (berdasarkan pengalaman salah satu kontributor Revoluside). Kamu mau bikin acara jurusan (contoh yang paling simpel). Terus kegiatan kamu membutuhkan barang yang ternyata nggak dimiliki oleh jurusan dan fakultas, otomatis kamu harus meminjam ke bagian sarana prasarana universitas. Nah, kamu mengajukan surat izin kegiatan harus sampai tahap Universitas dan harus melewati izin dari jurusan dan fakultas didalamnya. Jadi, kamu harus tiga kali mengajukan permohonan surat izin kegiatan, baru setelah itu kamu bisa mengajukan permohonan peminjaman barang ke bagian sarana dan prasarana universitas. Itu pun BELUM TENTU diterima. Fiuh! Padahal acaranya sebatas lingkup jurusan. Melelahkan. Lebih melelahkan dari ngejar-ngejar kamu 🙁

Eh salah ya. Ok, fokus lagi.

Jadi, mau acaranya sesimpel apapun, kamu wajib-kudu-harus melewati birokrasi yang kayak begitu. Ribet kan? But overall… SERU!

#4 Nongkrong yang Seru adalah Nongkrong yang Bahas Mata Kuliah

Nongkrong!

Nongkrong pas kuliah beda banget sama nongkrong pas SMA. Jaman SMA, nongkrong cuma bisa dilaksanakan pas weekend atau setelah jam sekolah (itu juga kalau nggak capek abis bimbel ini itu).

Pas kuliah, kamu bisa nongkrong kapan pun kamu mau. Satu hal yang perlu diingat dalam dunia perkuliahan, bolos itu bukan dosa besar yang layak disidang terus dipanggil orangtuanya untuk menghadap dosen. Orangtua tidak lagi dilibatkan di dalam dunia perkuliahan. Kamu berhak memutuskan kemana langkah kamu dan mengatur waktu kamu sendiri, termasuk juga memutuskan untuk tidak kuliah demi mengerjakan banyak hal yang menurut kamu lebih penting atau mendesak.

Tapi sejak kapan nongkrong jadi seru sementara hal yang dibahas adalah (masih) persoalan akademik?

Nah, saat kamu kuliah, secara nggak sadar kamu akan merubah segi obrolan dan sudut pandang kamu terhadap suatu hal. Ketika SMA, kalo nongkrong pasti kamu cenderung menghindari obrolan mengenai pelajaran. Nah berbeda halnya dengan di perkuliahan, apalagi kalau tempat kamu kuliah adalah universitas/institut yang favorit, pasti ada saja persoalan akademik yang mencemari obrolan kalian.

Tapi, emang ini sih inti dari kegiatan sosial pas kuliah, terutama kalau kamu masuk jurusan yang emang udah kamu banget. Pelajaran yang kamu dapat bakal dengan sendirinya kamu aplikasikan di kehidupan sehari-hari. Kamu bakal dengan senang hati membahas ini sama temen-temen kamu. Ini asyik!

Kalau dari pengalaman Revoluside pribadi sih, ilmu itu baru bisa nempel di otak ketika diaplikasikan di kehidupan nyata. Iya nggak sih? Iya dong~

#5 Hubungan Ekstra Pertemanan

Ih asik nih yang ini. Waktu SMA mungkin banyak dari kamu yang udah ahli dalam urusan menjalin hubungan “ekstra pertemanan” ini. Pacaran lah, HTS-an lah, kakak-adean zone lah, jalanin aja dulu lah, yakan?

Nah, pas kuliah kamu akan lebih thinking straight soal cinta. Prosesnya bisa macam-macam. Jadian sama teman sejurusan, jadian antar jurusan, jadian sama senior, malu-malu deketin junior yang cantik/ganteng, malu-malu gara-gara dideketin sama anak S2, digodain dosen muda, dsb.

Tapi karena lingkungan kampus yang gede termasuk aktivitasnya pula, hal ini nggak selamanya asik juga.

Ish, tadi katanya asik, terus sekarang bilang nggak asik juga. Gak ngerti ah!

Hahaha, nih dijelasin ya…

Misal, kamu sama doi beda fakultas? Jangan harap intensitas ketemuan kamu sesering waktu kamu pacaran jaman SMA. Kampus tuh luas. Punya banyak fakultas, dan belum tentu fakultas yang satu dengan yang lainnya itu berada di satu wilayah yang sama. Nggak kayak SMA yang… Etdah dari kelas kamu ke kelas doi tinggal ngesot udah nyampe.

Itu baru permasalah pertama. Nah, permasalahan kedua adalah…. Ke-si-bu-kan. Namanya juga MAHAsiswa, yang notabene-nya sibuk berkegiatan di kampus. Entah itu ngerjain tugas yang bejibun, rapat himpunan, UKM, atau genjreng-genjreng di koridor depan kelas pun bisa jadi sebuah kesibukan buat doi.

Ketika kamu nggak sengaja berpapasan dengan doi di wilayah kampus, jangan kaget kalau doi cuma sebatas say Hi and take care karena doi mesti pergi lagi ada urusan. Itu bakal menjadi hal yang wajar. Sekaligus…. menyakitkan.

Tapi dibalik itu semua, hal-hal inilah yang nantinya akan semakin mendewasakan kamu. Kamu nggak lagi mandang kalo cinta itu adalah: tiap hari jalan, ketemuan sambil pegang….. tangan, cemburu kalo doi jalan sama yang cakep, dsb. Tapi cinta lebih dari itu. Cinta adalah soal pengertian dan penerimaan.

***

Ngerti kan sekarang bedanya masa SMA kamu yang masih kekanak-kanakan dengan masa kuliah? Bijak-bijaklah dalam mengambil keputusan kedepannya. Karena apa yang kamu tekuni di tempat kuliah, dimana pun itu, akan menentukan akan jadi apa kamu kedepannya.

Oke deh, sekiranya itu yang bisa Revoluside bagikan di artikel kali ini. Semoga bermanfaat! Buat yang masih berjuang, SE-MA-NGAT!

Welcome to the real deal, kid!

About the author

ojustinee

Sedang mengambil peminatan BIPA di bangku kuliah. Bercita-cita menjadi ibu guru gaul yang galak, punya body macem Gigi Hadid, dan suami serupa Andrew Garfield. Cheers!

3 Comments

Leave a Comment