Knowledge

[SCIENCE OR SCIENCEY] Penjelasan Ilmiah Suara Terompet Dari Langit

EndIsHere [science or sciencey] penjelasan ilmiah suara terompet dari langit [SCIENCE OR SCIENCEY] Penjelasan Ilmiah Suara Terompet Dari Langit endishere

“It’s been a mystery for 40 years, so it may well remain one for a lot longer,” Leventhall told the BBC.

Kamu tau gak kalo baru-baru ini kita dikagetin sama fenomena suara misterius yang berasal dari langit? Fenomena yang lagi booming banget karena ada banyak orang menyaksikannya secara langsung di berbagai belahan dunia!

Kalo kamu rajin streaming Youtube, kamu pasti nyadar kalo salah satu situs andalan google ini lagi dihebohkan dengan beredarnya rekaman suara misterius yang terdengar dari berbagai tempat.

Ngomong-ngomong, suara apaan sih sebenernya? Buat kamu yang belom tau, mending langsung kamu play video ‘Strange Noises 2012 – Earth Groaning in Germany’ dibawah ini.

Gimana? Serem gak?

Video rekaman diatas diambil pada tahun 2012 di Jerman. Suara misterius yang dihasilkan pada video ini bisa dibilang paling greget dibanding video yang lain. Buktinya, ada banyak alarm mobil yang tiba-tiba bunyi disebabkan saking kuatnya getaran yang dihasilkan dari suara misterius ini.

Masih ditempat yang sama, yaitu di Jerman, kira-kira satu bulan yang lalu (4 April 2015), suara misterius ini kembali muncul. Nah, cuma.. Suara misterius yang terekam kali ini lebih pelan dari yang sebelumnya. Iya lebih pelan. Tapi tetep aja, gak ngurangin tingkat keseremanya sama sekali!

Ketegangan pun makin jadi ketika rekaman tersebut menampilkan bocah kecil sedang berdiri kaku (bahkan bener-bener gak gerak), ketika suara misterius ini terdengar.

Berikut videonya :

Serem kan?

Terus, fenomena suara misterius ini sebenernya gak cuma ada di Jerman aja. Ada juga yang merekamnya di tempat lain seperti Amerika Serikat, Kanada, Ukraina, Australia, dll (Selengkapnya : klik).

Anyway, orang luar sana menamakan suara misterius ini dengan sebutan ‘The Hum/Humming Sounds’ yang artinya suara dengung.

Nah karena kejadiannya yang semakin sering dan populer, fenomena The Hum ini akhirnya melahirkan banyak spekulasi yang ditujukan untuk menjawab pertanyaan : Apa sih penyebab dari suara misterius ini?

Mulai dari kaitannya dengan hal-hal berbau mistis (baca : inilah suara terompet sangkakala), penjelasan ilmiah dari banyak saintis, bahkan penjelasan yang sebenarnya dibuat-buat cuma untuk ngibulin kamu.

What? Seriusan cuma dibuat-buat??

Yaap. Dan nantinya, penjelasan yang dibuat-buat ini akan jadi salah satu topik pembahasan.

Buat kamu yang pernah coba cari tahu penyebab logis, jelas, detail, dari fenomena ini lewat internet, bisa dipastiin kamu kepusingan sama yang kamu baca. Ya kan? Kamu bingung dengan tulisan artikel satu dengan artikel lain yang memiliki banyak perbedaan mengenai penyebab dari fenomena ini.

Kamu bingung kamu harus percaya yang mana. Kamu bingung karena sebenernya, belum ada jurnal ilmiah resmi yang dikeluarin untuk jelasin penyebab pasti dari fenomena ini. Tapi kamu tetep aja penasaran.

Akhirnya kamu terusin baca artikel/beritanya. Tapi yang terjadi malah kamu dikeroyok sama dugaan-dugaan dari banyak saintis yang sebenernya masih sekedar teori. Udah gitu teori mereka super ribet. Saking ribetnya kamu jadi males buat ngertiin, dan akhirnya kamu ‘iya-iyain’ aja lah apa yang mereka bilang. Bener gak?

Hahahaha tenang-tenang..

Disini kami sudah melakukan diskusi panjang, menganalisis, serta membaca puluhan artikel yang berkaitan dengan penyebab fenomena diatas. Sehingga bisa dibilang, kami telah berhasil merangkum penyebab yang paling mungkin dari fenomena suara misterius tersebut. Sekali lagi, analisis yang kami berikan bukanlah hasil penelitian atau dugaan kami sendiri. Tapi merupakan hasil analisis yang paling mungkin, yang menjadi penyebab terjadinyaa fenomena diatas.

Okedeh. Sebelum masuk ke inti pembahasan, seperti yang tadi udah dibilang, terlebih dahulu kamu akan diajak untuk membahas beberapa penyebab ngawur dari fenomena suara misterius ini.

Hal ini dirasa perlu, karena selain dapat menambah pemahaman kamu soal penyebab itu sendiri, ini juga bertujuan untuk membenarkan miskonsepsi-miskonsepsi yang muncul, dan akhirnya ngembaliin kamu ke jalan yang benar. Hasik!

Nih. Salah satu contoh pembahasan ngawur (yang akan dibahas) soal penyebab suara misterius ini kami ambil dari artikel Dr. Elchin Khalilov lewat GeoChange Journal di http://www.sott.net/article/240863-Strange-Sounds-in-Sky-Explained-by-Scientists.

[science or sciencey] penjelasan ilmiah suara terompet dari langit [SCIENCE OR SCIENCEY] Penjelasan Ilmiah Suara Terompet Dari Langit elchin khalilov

(Elchin Khalilov (tengah). Gambar diambil dari : sini)

Artikel ini dikunjungi cukup banyak orang diliat dari komen yang ditulis. Udah gitu komen-komen yang ada terlihat sangat mendukung dan mempercayai apa yang telah Dr. Elchin Khalilov katakan. Berbagai situs pun akhirnya menjadikan artikel Khalilov sebagai referensi berita. Padahal apabila dianalisis lebih jauh, pernyataan Dr. Elchin Khalilov tidak serta merta memberikan jawaban yang jelas, malah menimbulkan lebih banyak lagi pertanyaan.

Kok gitu?

Dalam artikel Khalilov, pertama-tama kamu akan disuguhkan sebuah pertanyaan yang berasal dari sejumlah penanya. Kira-kira kalo di terjemahkan ke bahasa Indonesia bunyinya kayak gini :

“Mr Khalilov, apakah penyebab ilmiah dari suara dengung bernada rendah namun tak biasa, yang diilaporkan oleh sejumlah besar orang di berbagai belahan planet ini sejak musim panas 2011? Banyak menyebutnya : The Sound of the Apocalypse”

Lalu dibawahnya Khalilov langsung menjawab dengan kalimat sebagai berikut :

“We have analyzed records of these sounds and found that most of their spectrum lies within the infrasound range, i.e. is not audible to humans.”

Kamu ngerasa gak, kalo awal kalimat pembuka yang menjadi jawaban pertanyaan diatas ini sebenernya udah samar-samar?

“Kami sudah menganalisa rekaman-rekaman dari suara-suara ini dan menemukan bahwa kebanyakan spektrum mereka terletak pada batas infrasound.”

Sebentar, rekaman yang Khalilov maksud tuh yang mana? Dari mana dia dapet? Download dari youtube gitu kaya kita-kita?

Trus, cara Khalilov menganalisa rekaman rekaman itu juga gimana? Emangnya dari semua rekaman itu, masing-masing punya penyebab yang sama?

Disitu kan dia gak cerita ke kamu tentang hal-hal apa aja sih, yang udah dia lakuin untuk meneliti rekaman tersebut? Dia main langsung simpulin aja dan bilang kalo udah melakukan analisa dan penelitian dengan suara-suara tersebut tanpa data yang jelas. Kira-kira, bisa dipercaya gakk omongannya?

Kami sih sepakat dan menilai kalo kalimat diatas sebenernya terdengar vacuous, hampa! Karena kami gak dapet apa-apa dari kalimat itu, cuma lagi-lagi ‘pertanyaan’.

Lalu di kalimat selanjutnya, Khalivov mengatakan suara itu adalah low-frequency acoustic emissions (suara yang terletak pada frekuensi 20 – 100 Hz) yang termodulasi (intinya mengalami perubahan) akibat gelombang ultra-low infrasonic dari 0.1 – 15 Hz.

Dalam geofisika, yang kayak gini disebut gelombang gravitasi akustik. Gelombang gravitasi ini yang nantinya mengalami pembentukan dilapisan atas atmosfer sehingga masuk akal apabila suara tersebut berasal dari langit.

Khalilov pun memberikan penjelasan kalo penyebab dari gelombang gravitasi akustik itu berasal dari banyak kejadian.

“There can be quite a lot of causes why those waves are generated: earthquakes, volcanic eruptions, hurricanes, storms, tsunamis, etc. However, the scale of the observed humming sound in terms of both the area covered and its power far exceeds those that can be generated by the above-mentioned phenomena.”

Ya, emang bener penyebab dari gravitasi akustik itu dikarenakan kejadian-kejadian tersebut. Cuman, yang lagi kita bahas disini adalah suara dengung (a.k.a The Hum/Humming Sounds/suara terompet dari langit) yang seharusnya lebih spesifik. Ya dong? Kan itu yang kita tanyakan sedari tadi, bukan malah suara-suara lain dengan kemungkinan penyebab yang berbeda-beda.

Udah gitu diberitain juga kalo ada beberapa saksi yang mengaku bahwa suara tersebut bahkan gak bisa direkam. Lagi-lagi gimana coba cara Khalilov melakukan pengamatan, dan setelah itu dengan enteng bilang kalo dia udah bisa menetapkan “area and power” dari suara tersebut?

Apa bener Khalilov udah menentukan titik-titik terdapatnya suara misterius ini diseluruh dunia? Bisa gak kita liat? Apa bener semua ‘Humming Sounds’ yang terjadi itu sejenis? Karena menurut banyak sumber pula, sebagian dari suara misterius ini telah teridentifikasi, dan beberapa penyebabnya berasal dari kegiatan industri, bukan gravitasi akustik.

Di paragraf berikutnya, Khalilov lanjut cerita soal penyebab gelombang gravitasi akustik ini. Dia bilang:

“In our opinion, the source of such powerful and immense manifestation of acoustic-gravity waves must be very large-scale energy processes.”

In your opinion??

Lah, Based on no evidence then? Kalo emang masih opini, harusnya gak usah bilang diawal kalo misalnya udah bisa mengidentifikasi penyebab suara ini lewat penelitian (fake) yang udah dilakukan. Kami udah coba cari, dan gak nemuin tuh penelitian jelas yang udah dia buat.

Masih membahas kalimat yang sama, di baris selanjutnya Khalilov memberikan penjelasan tentang  ‘The very large-scale energy process‘ yang dia maksud. Apa sih ‘The very large-scale energy process‘ itu sehingga mampu menimbulkan adanya gelombang gravitasi akustik, dan akhirnya menciptakan suara aneh?

Khalivov menjawab, bahwa peningkatan aktivitas matahari atau dalam kasus ini solar flares (jilatan api matahari)-lah penyebabnya.

Seperti yang kita tau, sebelum-sebelumnya pernah terjadi rangkaian powerful solar flares  di sistem tata surya kita. Namun pernahkah ada laporan yang memberitakan munculnya suara misterius ketika episode-episode solar flares ini terjadi?

Gak ada tuh.

Seperti yang terjadi pada 4 November 2003, dilansir dari http://www.spaceref.com/, menuliskan pada judul artikelnya bahwa pada saat itu, jilatan api yang terjadi merupakan “The Biggest Ever Solar Flare Was Even Bigger Than Thought”.

Adakah berita yang memberitahu terjadinya suara misterius akibat solar flares ini?

Gimana coba Khalilov mendapat asumsi bahwa peningkatan aktivitas matahari menyebabkan “Humming Sounds”?

This is made up, totally made up. Speculations without data.

Selanjutnya, Doi bilang kayak gini :

“There is one more possible cause of these sounds and it may lie at the Earth’s core.” – Paragraf 4.

Aduhdeh.. Barusan bilang katanya solar flares, sekarang bilang adanya di inti bumi? Dan segala bilang “one more possible cause”.

Maksudnya apa coba ‘one more possible cause’?

Kamu tau kan kalo sains sama sekali gak ngebatesin pengetahuan kita terhadap sesuatu? Selama didukung dengan data yang jelas dan logis, sains akan terus hidup. Dan sebaliknya, akan gugur apabila dtemukan data yang lebih akurat.

Sekarang kalo Khalilov bilang ‘cuma ada satu lagi penyebabnya‘, sedangkan fenomena itu sendiri belum ada yang buktiin, darimana kita tahu pernyataan dia bener?

Both of them can be wrong ideas.

Terakhir, kalo kamu baca, diparagraf akhir Khalilov bilang There is no doubt that processes bla bla bla…”

Yaa, tinggal kamu sendiri deh yang putusin apakah kamu yakin penjelasan dia bener-bener ‘No Doubt’, atau malah sebaliknya.

***

Hahahaha, gimana? Baru tau kan kamu? Kami juga sampe jungkir balik analisisnya.

Kenapa coba kami sampe bela-belain kritisi Doktor segala?

Kamu liat ini deh :

[science or sciencey] penjelasan ilmiah suara terompet dari langit [SCIENCE OR SCIENCEY] Penjelasan Ilmiah Suara Terompet Dari Langit cnnindonesia1

(Klik : cnnindonesia)

Tuh, liat! CNN gunain data Khalivov dan bilang kalo penjelasannya adalah salah satu yang paling masuk akal!

Gak cuma CNN Indonesia aja website berita populer yang menggunakan data Khalilov sebagai referensinya. Detik.com (disini), dan indopos.co.id (disini)ternyata juga menggunakan data Elchin Khalilov.

Bukankah ini sebuah miskonsepsi yang berbahaya? Jangan-jangan, selama ini kita diberikan informasi science tapi sebenarnya sciencey? Terus, berita-berita lain pada media tersebut banyak juga dong yang gak bener karena menggunakan fakta yang salah? Bisa jadi.

Parahnya, website yang mempublikasikan berita diatas memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi dan terpercaya dimata masyarakat. Ada jutaan orang yang setiap harinya mampir ke website tersebut, lalu dibohongi tanpa sadar. Tidak kah kamu merasa dibodohi?

Ciat ciat ciat! Hehe, sayangnya bukan kebobrokan media-lah yang artikel ini mau bahas. Melainkan penjelasan paling logis dan kuat mengenai fenomena ‘Humming Sounds’ yang menjadi judul artikel ini.

Okedeh, berikut ini 3 penjelasan paling mungkin mengenai penyebab suara terompet dari langit yang telah berhasil kami rangkum. Sejauh ini, 3 poin inilah yang menurut kami berada diposisi aman untuk dipertanggung jawabkan dan paling mudah dicerna. Mudah-mudahan sih bisa menghapus kebingungan kamu yaa..

1. Aktifitas Geologis

Penyebab ini sebenernya merupakan hasil tanya jawab yang udah dilakukan oleh viva.co.id dengan guru besar Departemen Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB), Suryadi Siregar. (26 Mei 2015)

Nah menurut Beliau, yang menyebabkan fenomena “The Hum” (suara misterius) ini dibagi jadi dua. Pertama, berdasarkan fenomena alam itu sendiri, dan kedua berdasarkan aktivitas manusia. Tapi, di poin ini kita cuma akan bahas fenomena alamnya aja terlebih dahulu.

Nah jadi gini. Dahulu, Orang beranggapan bahwa bumi kita itu datar dan benua-benua yang ada bersifat rigid (kaku) yang artinya posisinya tetap, gak berpindah-pindah.

Tapi, anggapan ini gak bertahan lama. Beberapa saat kemudian, ditemuinlah benua Amerika. Pas dilakuin pemetaan garis pantai, ternyata timbul sebuah kemiripan. Kemiripan gimana maksudnya?

[science or sciencey] penjelasan ilmiah suara terompet dari langit [SCIENCE OR SCIENCEY] Penjelasan Ilmiah Suara Terompet Dari Langit world map clickable

Seandainya kamu bisa menggeser 2 daratan besar diatas (sebelah kiri dan kanan), maka kamu akan liat kalo ternyata 2 daratan itu akan match. Inilah yang akhirnya menimbulkan spekulasi bahwa kedua daratan tersebut pernah menyatu dulunya.

Hal ini semakin diperkuat setelah melihat flora dan fauna di dua tempat yang bersebrangan itu memiliki banyak kesamaan. Padahal kalo dipikir-pikir, jaraknya jauh banget kan?

Akhirnya orang-orang pun mulai berpikir bahwa kedudukan benua-benua itu sebenernya gak tetap, akan tetapi selalu bergerak. Terbukti pula dengan gempa-gempa besar yang pernah terjadi dan menggeser suatu daratan dari tempat semula sekian centimeter.

Nih coba kamu cek video singkat yang mengilustrasikan pergeseran lempeng-lempeng bumi dari dulu banget sampe sekarang.

Keliatan pergerakannya?

Di era yang lebih advance, peneliti akhirnya berhasil menemukan penyebab dari pergerakan lempeng-lempeng diatas. Penyebab tersebut diketahui ketika para ilmuwan berhasil menggambarkan struktur bumi. Mulai dari inti bumi, mantel, hingga kerak bumi.

[science or sciencey] penjelasan ilmiah suara terompet dari langit [SCIENCE OR SCIENCEY] Penjelasan Ilmiah Suara Terompet Dari Langit bagian bumi

Kamu bisa liat kalo inti bumi itu cair, berisi cairan magma panas yang sifatnya mirip dengan lumpur. Diatasnya ada mantel bumi, lapisan yang lebih keras. Lalu ada kerak bumi yang menjadi bagian teratas tempat kehidupan berlangsung.

Dari situlah bumi diibaratkan “seperti kapal besar di lautan yang mengapung”. Kenapa gitu? Yaa karena bagian bawah lapisan bumi itu cair, sedangkan lapisan atasnya padat. Hal itu menyebabkan lempeng-lempeng yang ada diatasnya bebas untuk bergerak.

Ketika lempeng-lempeng ini melakukan pergerakan, maka akan terjadi gesekan yang sudah pasti memicu adanya getaran. Gesekan dapat berupa tabrakan antar lempeng, atau perpapasan antar lempeng. Getaran inilah yang nantinya akan menghasilkan bunyi.

Pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin bunyi bisa terdengar dari kedalaman puluhan kilometer dan sampai ke permukaan bumi?

Seperti yang kita pernah pelajari dalam pelajaran fisika SMP, syarat terdengarnya bunyi ada tiga. Pertama, adanya sumber bunyi. Kedua, adanya media perambat. Dan terakhir adanya pendengar. Bunyi dapat merambat melalui berbagai media perantara seperti zat padat, cair dan gas (udara).

Nah, lapisan kerak dan mantel bumi yang padat inilah yang dijadikan media perambat ketika bunyi dihasilkan dan akhirnya mengirim suara ke permukaan bumi. Cukup logis bukan?

Hanya saja, pendapat ini masih belum mampu menjawab mengapa suara yang terdengar bernada panjang dan terkesan seperti suara terompet besar?

Suryadi Siregar melanjutkan, hal itu bisa terjadi karena terdapat udara yang keluar dari rongga/celah retakan pada lapisan bumi akibat tekanan yang diberikan bumi ketika melakukan pergerakan. Proses ini membuat suara yang muncul seperti suara harmoni yang teratur.

Ngerti gak? Kalo nih misalnya kamu anak geologi, kamu pasti tau kalo dibawah tanah ini punya ruang-ruang reservoir (tempat minyak bumi/sumber tambang berada), dan ruang-ruang lain seperti gua bawah tanah (contohnya, Cave of Crystal di Cihuahua, Mexico).

Nah saat lempeng bergeser, maka volume ruang-ruang dibawah tanah ini akan mulai mengalami tekanan. Udara yang terdapat dalam ruang tersebut akan keluar apabila tekanan semakin besar melalui celah/retakan yang ada. Ibaratnya seperti meniup terompet, terompet adalah celah tempat keluarnya udara dari dalam paru-paru kita. Terompet tersebut-lah yang akhirnya menghasilkan suara yang unik.

Meskipun teori ini pun belum dibuktikan kebenarannya, kami menilai setidaknya teori ini lebih masuk akal dan berada di posisi yang aman.

2. Kegiatan Industri

Seperti yang dikutip dari wikipedia, kegiatan industri seperti mesin diesel, alat-alat konstruksi seperti pengeboran minyak/pengeboran terowongan, diduga adalah penyebab dari ‘The Hum’.

Contohnya pada kasus Kokomo, India, kota dengan industri berat. Asal dari ‘The Hum’ diduga berasal dari dua sumber. Yang pertama adalah nada 36 hertz dari menara pendingin di pabrik pengecoran Daimler Chrysler lokal, dan yang kedua adalah nada 10 hertz dari asupan kompresor udara di pabrik Haynes International. Laporan-demi laporan pun berdatangan untuk mengkomplain hal tersebut dengan harapan, pihak pabrik dapat memberikan kebijakan yang sesuai dengan keinginan masyarakat sekitar yang mendengar suara dengungan tersebut.

Namun, setelah kedua mesin diperiksa dan diperbaiki, laporan mengenai terdengarnya suara misterius tetap saja tidak berhenti.

Contoh kedua berasal dari West Seattle, Washington USA. Ship-Unloading Operation di CalPortland diduga merupakan penyebab ‘Humming Sounds’ yang terdengar oleh masyarakat sekitar. Setelah CalPortland memakaikan peredam suara pada mesin bongkar muat kapal, laporan yang berdatangan kali ini berkurang.

Hal yang sama terjadi di Wellington, kota kedua terpadat dan tersibuk di New Zealand. ‘Humming Sounds’ yang terjadi pada daerah tersebut memang benar disebabkan oleh suara generator mesin diesel dari kapal pengunjung.

Dan yang terakhir, ‘Humming Sounds’ terdapat pula di Windsor, Ontario – Kanada. Suara misterius ini memiliki kemungkinan besar berasal dari pabrik baja pada zona industri Zug Island. (Sumber data : Wikipedia)

 3. Ocean Waves

Dr. Ardhuin beserta rekannya (Lucia Gualtieri dan Eléonore Stutzmann) menjelaskan secara detail mengenai penelitian yang telah mereka lakukan terkait fenomena ‘Humming Sounds’, lewat jurnal Geophysical Research Letters, pada 16 Februari 2015 di Paris. (Baca selengkapnya)

Berdasarkan hasil penilitiannya dengan memeriksa frekuensi  “Ocean Wave” dengan “Humming Sounds”, didalam penjelasan jurnal tersebut, ditemukan kecocokan. Kecocokan seperti apa?

Kalo kamu penasaran kamu bisa langsung klik link di atas untuk penjelasan lebih lengkap soal data-data frekuensi yang diteliti. Karena disini, cuma akan dijelasin gimana sih cara gelombang laut (ocean waves) dibuktikan sehingga bisa menyebabkan timbulnya suara misterius ini?

Ocean waves atau gelombang laut/ombak, adalah gerakan maju air laut karena getaran partikel air oleh berbagai dorongan. Dorongan dapat berasal dari permukaan laut (angin) atau dapat juga dari dalam laut (gempa bawah laut).

Gelombang inilah yang Dr Ardhuin katakan dapat merambat sampai menyentuh dasar laut dan akhirnya menyebabkan getaran hebat pada lapisan dalam bumi. Namun bagaimana proses ini bisa terjadi?

Seperti yang kita tau, gelombang air laut ini termasuk kedalam gelombang transversal. Dimana, arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatnya yang menyebabkan gerak gelombang akan membentuk pola seperti grafik sinusoidal. Berikut ilustrasinya:

[science or sciencey] penjelasan ilmiah suara terompet dari langit [SCIENCE OR SCIENCEY] Penjelasan Ilmiah Suara Terompet Dari Langit bagian bumi

Awalnya kami berpikir, gelombang ini hanya terjadi pada permukaan laut layaknya ombak dan tidak memiliki dampak apapun dengan apa yang ada dibawahnya.

Namun lewat penjelasan yang dikemukakan oleh Dr Ardhuin dalam penelitiannya, kami akhirnya mengerti. Peristiwa ini emang cukup unik. Orang-orang kebanyakan cuma liat apa yang terlihat. Padahal yang gak terlihat, bukan berarti ga ada. Kamu liat video ini deh :

Di video itu kamu bisa liat kalo bola merah yang terkena ombak sama sekali gak mengalami perpindahan, tetapi membentuk suatu pola tertentu. Yap, bola seakan-akan bergerak memutar mengikuti orbitnya yang berbentuk lingkaran. Bola ini akan terus berputar pada orbitnya apabila terdapat gelombang lain yang berdatangan.

Sekilas video tersebut hanya menunjukkan apa yang terjadi pada permukaan air dan hubungannya dengan gerak bola, tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Padahal apabila kamu kritis, kamu pasti akan bertanya tanya. “Kalo satu gelombang bisa memberikan energi untuk menciptakan 1 kali orbit pada bola, apakah energi itu akan hilang (musnah) begitu saja ketika ombak lain berdatangan?”

Jawabannya adalah tidak. Energi yang udah diciptain oleh satu gelombang tadi akan bergerak vertikal kedasar laut akibat datangnya gelombang lain dibelakangnya, namun dengan diameter perputaran yang semakin kecil. Ilustrasinya sebagai berikut :

[science or sciencey] penjelasan ilmiah suara terompet dari langit [SCIENCE OR SCIENCEY] Penjelasan Ilmiah Suara Terompet Dari Langit wpid unnamed 1

Hal ini bisa kejadian kalo misalnya gelombang yang dateng tuh terus-terusan. Sehingga gerakan memutar yang udah diciptain oleh gelombang sebelumnya, bakalan ditiban sama gelombang yang dateng selanjutnya. Peristiwa ini akan terus berlangsung selama gelombang tersebut tercipta.

Sampai pada satu waktu tertentu, wave energy/perputaran yang dihasilkan gelombang ini akan menyentuh dasar laut sehingga mampu memberikan getaran hebat pada lapisan bumi dibagian bawah laut. Semakin panjang gelombang yang tercipta, maka semakin besar pula energi yang dihasilkan (ditandai dengan semakin besar diameter perputarannya) untuk sampai ke dasar laut. Barulah ketika wave energy ini menabrak dasar laut, akan timbul getaran yang akhirnya menghasilkan bunyi.

“Basically, when the waves hit the ocean floor, their pressure is so large that it causes the ground there to vibrate.” – kata Dr Ardhuin dan peneliti lainnya dilansir dari Techtimes.

Mereka juga menambahkan, “The pressure of these longer ocean waves on the seafloor causes most of the Earth’s bell-like ringing” – livescience.

Emang sih gelombang ini juga menyebabkan perpindahan volume air pada permukaannya. Namun hanya sedikit. Wave energy ini lah hasil utama akibat adanya gelombang sehingga dengan proses yang telah dijelaskan, mampu memberikan sentuhan hebat pada permukaan bumi (bahkan disebutkan bisa sampai ke inti bumi) dan akhirnya memicu getaran yang selanjutnya menghasilkan bunyi.

***

Nahh.. Kira-kira segitu aja sih yang bisa kami rangkum buat kamu. Sebenernya masih banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang menjadi penyebab suara misterius diatas.

Sekali lagi, misteri ini memang belum terpecahkan. Namun 3 pendapat diataslah yang menurut kami berada di posisi paling aman.

Gimana? Udah bisa ngobatin rasa penasaran kamu belom?

Atau malah, kamu punya pendapat lain? Share aja di comment!

—-Baca juga :

——-Misteri Hilangnya Kapal dan Pesawat di Segitiga Bermuda

——-Questioning The Universe?

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/The_Hum

www.techtimes.com/articles/47027/20150418/scientists-figure-out-what-causes-earths-hum-ocean-waves.htm

http://www.livescience.com/38427-the-hum-mystery-taos-hum.html

www.techtimes.com/articles/47129/20150418/planet-earth-is-humming-and-scientists-think-they-know-where-its-coming-from.htm

http://www.solopos.com/2015/05/26/suara-aneh-dari-langit-suara-misterius-itu-dinamai-the-hum-sudah-ada-sejak-1970-an-608084

www.phillyvoice.com/ocean-wave-patterns-explain-earths-humming/

http://www.researchgate.net/profile/Fabrice_Ardhuin/publication/270817702_How_ocean_waves_rock_the_Earth_two_mechanisms_explain_microseisms_with_periods_3_to_300_s/links/54b5281d0cf26833efd07065.pdf

https://idoubtit.wordpress.com/2012/02/15/scientist-states-he-has-explanationss-for-sky-noise-but-it-only-sounds-sciencey/

http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2110523/Whats-causing-mysterious-sounds-coming-sky-loud-set-car-alarms.html

http://www.techtimes.com/articles/53996/20150519/strange-trumpet-sounds-heard-over-u-s-canada-australia-other-countries-from-god-aliens-or-just-our-planet-videos.htm

http://www.sott.net/article/240863-Strange-Sounds-in-Sky-Explained-by-Scientists

About the author

Usman Faiz

An adventurer, musician, engineer, and writer. Now study at Institut Teknologi Bandung.

Leave a Comment