Youthack

Sains Membuktikan Bahwa, “Orang yang Berantakan Ternyata Lebih Produktif dan Kreatif.”

 

messy-desk  Sains Membuktikan Bahwa, “Orang yang Berantakan Ternyata Lebih Produktif dan Kreatif.” messy desk

Sekilas setelah kamu melihat judul artikel diatas kamu pasti bertanya-tanya, “kok bisa ya orang yang berantakan itu kreatif dan produktif?”. Atau, “mana mungkin orang yang serba berantakan itu mencerminkan suatu produktifitas dan kreatifitas?”

Sayangnya, tanpa ragu sains menjawab bahwa judul artikel diatas bernilai benar.

Memang sih, bukan hal yang mengejutkan kalau banyak dari kita yang berpendapat apabila ada orang yang berantakan, biasanya memiliki kehidupan yang malas dan tidak teratur. Pendapat itu pula yang secara tidak sadar mempengaruhi kita untuk menjadi orang yang lebih rapih dan terorganisir. Alhasil kita menganggap, bahwa dengan menjadi pribadi yang teratur inilah kita akan mendapatkan results (kesuksesan) yang jauh lebih maksimal.

Tapi seperti yang orang banyak katakan, ‘Don’t judge a book by it’s cover’ itu ternyata memang ada benarnya juga. Belum tentu lho orang yang berantakan itu gak produktif dan kerjaanya gak bener. Malah bisa saja sebaliknya.

Gak percaya? Yuk kita bahas satu-persatu alasannya!

#1 ORANG YANG BERANTAKAN MENGUASAI SENI DALAM BERPRIORITAS

messyoffice-1_3187942b  Sains Membuktikan Bahwa, “Orang yang Berantakan Ternyata Lebih Produktif dan Kreatif.” messyoffice 1 3187942b

Orang yang berantakan mungkin sering terlihat tidak peduli dan tidak teratur dalam kesehariannya. Padahal apabila kita lihat lebih jauh, keberantakan tersebut sebenarnya muncul karena mereka sedang bekerja dan memutar otak dalam mengatur prioritasnya.

Orang yang berantakan cenderung meletakkan hal yang terpenting buat mereka agar tetap dekat dan menjadi tidak peduli dengan hal lain yang bukan menjadi prioritas untuk sementara waktu. Terkadang pula, keberantakan muncul dikarenakan produktifitas orang tersebut yang selalu memiliki deadline dalam sebuah pekerjaan yang tanpa ragu mereka ambil dan tidak terlalu memikirkan resiko yang nantinya akan mereka dapat.

Mereka memutuskan untuk menjadi risk taker (pengambil resiko) karena memang biasanya, mereka telah memiliki sebuah gambaran besar tentang kesuksesan hidupnya yang menyebabkan berbagai prioritas telah disusun sedemikian rupa. Hasilnya, mereka menjadi tidak memperdulikan tentang apa yang sekarang orang-orang pikirkan tentang dirinya. Tetapi memandang jauh kedepan dan menganggap bahwa kesuksesan merupakan satu-satunya hal yang paling ampuh untuk membuktikan bahwa mereka tidak main-main dengan apa yang sedang dilakukan sekarang.

Secara sains, penjabaran yang serupa juga diungkapkan oleh 2 Psikolog terkenal (Eric Abrahamson dan David H. Freedman), dalam bukunya yang berjudul ‘A Perfect Mess: The Hidden Benefits of Disorder’ yang menyimpulkan bahwa :

“Keberantakan, tidak selalu mencerminkan tidak adanya keteraturan. Pada ruang lingkup kerja yang berantakan, hal yang lebih penting dan darurat cenderung berada dalam jangkauan. Sedangkan hal-hal lain yang dapat ditinggalkan untuk sementara waktu terkubur dalam-dalam, yang membuat semuanya menjadi masuk akal.” 

#2 ORANG YANG BERANTAKAN MENDAPATKAN INSPIRASI DALAM SEBUAH KEBERANTAKAN

last_man_on_earth_02  Sains Membuktikan Bahwa, “Orang yang Berantakan Ternyata Lebih Produktif dan Kreatif.” last man on earth 02

Poin ini terdengar lucu, tetapi juga merupakan fakta yang tidak bisa disangkal.

Mark Twain, orang yang sangat kreatif dan terkenal dengan keberantakannya namun dari lingkungan tersebut Ia menghasilkan banyak karya-karya hebat yang tak perlu diragukan. Meja kerjanya yang selalu dipenuhi oleh buku-buku tebal dan kertas-kertas usang ini seakan menjadi suatu kenyamananan bagi dirinya.

Begitu pula dengan Albert Einstein dan juga Steve Jobs. Mereka merupakan orang dengan ruang kerja yang berantakan namun hingga saat ini belum ada yang bisa menyangkal kecerdasan Einstein dalam karya-karyanya di dunia Sains ataupun kreativitas Steve dalam mengembangkan produk-produk teknologi dan gadget.

Bagi mereka semua, ruang kerja yang berantakan bisa menjadi sumber inspirasi untuk berkembang.

steve-jobs-desk  Sains Membuktikan Bahwa, “Orang yang Berantakan Ternyata Lebih Produktif dan Kreatif.” steve jobs desk

Namun apabila kita berbicara pembuktiannya secara sains, sekilas, data perorangan diatas masih belum kuat untuk mendukung fakta bahwa keberantakkan dapat melahirkan inspirasi secara general. Tetapi ternyata ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kathleen Vohs dari Universitas Minnesota di Carlson School of Management yang berhasil mendukung case ini sehingga memperkuat dugaan awal bahwa keberantakan terbukti dapat melahirkan inspirasi.

Penelitian tersebut memiliki kesimpulan bahwa :

“Orang-orang yang kreatif merasa bebas dari semua batas ketika berada di lingkungan yang berantakan/tidak teratur. Hal tersebut membantu mereka untuk mengubah tradisi sehingga menciptakan sudut pandang baru dalam berkarya. Sebaliknya, lingkungan yang rapih dan teratur membuat orang-orang terjebak pada rutinitas dan zona aman sehingga menghambat keinginan untuk melakukan trobosan-trobosan baru.”

#3 ORANG YANG BERANTAKAN CENDERUNG BERANI DAN CEPAT DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN

Left to right: Cinematographer Barry Ackroyd and Director Adam McKay on the set of The Big Short from Paramount Pictures and Regency Enterprises.  Sains Membuktikan Bahwa, “Orang yang Berantakan Ternyata Lebih Produktif dan Kreatif.” mckay

Sometimes, orang yang serba teratur dan sudah memikirkan banyak rencana sering kebingungan apabila kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Memang sih mereka yang teratur juga telah memikirkan detail pelaksanaan dan juga rencana cadangan. Tetapi lagi-lagi rencana cadangan dibuat dikarenakan keterpaksaan apabila rencana utama gagal.

Karena keterpaksaan pembuatan rencana cadangan inilah, tidak bisa dimungkiri bahwa kita jarang untuk memperhatikan detail teknisnya. Sehingga, seandainya saja rencana cadangan ini diberlakukan, fast decission maker   ̶ yang mana orang berantakan sangat sering dihadapkan oleh situasi seperti ini  ̶  mutlak diperlukan.

Pembawaan mereka yang selalu tenang ketika dihadapkan oleh situasi-situasi urgent yang dibarengi keharusan dalam berpikir cepat agar target tetap tercapai, merupakan salah satu kapabilitas yang biasanya dimiliki orang berantakan. Ketika semua rencana yang telah dibuat tidak berjalan dengan semestinya, ataupun target yang ingin dicapai hanya tinggal sedikit tenggat waktunya, mereka hanya akan berbisik pelan dalam hati dan koleganya dengan kalimat : “percayalah”.

Setelahnya, tak jarang dari mereka yang akan bekerja sangat keras, mengorbankan dirinya sendiri, bahkan melakukan hal-hal nekat agar tujuan awal bisa tetap tercapai. Alhasil, mereka menjadi lupa untuk makan, mandi, tidur, atau bahkan beres-beres yang sudah pasti menjadi daftar terakhir dari hal yang harus dilakukan.

John Haltiwanger dalam laporannya pada laman elitedaily.com mengatakan bahwa :

“Orang yang berantakan adalah mereka yang dapat membuat keputusan cepat dan lebih piawai ketika berhadapan dengan situasi-situasi tak diduga. Ketika mereka dihadapkan dengan situasi yang penuh tekanan, mereka lebih sering untuk maju kedepan daripada kembali kebelakang dengan rencana seadanya.”

#4 ORANG YANG BERANTAKAN MERASA NYAMAN DENGAN KEBERANTAKANNYA

cluttereddesk  Sains Membuktikan Bahwa, “Orang yang Berantakan Ternyata Lebih Produktif dan Kreatif.” cluttereddesk

“If a cluttered desk is a sign of a cluttered mind, of what, then, is an empty desk a sign?” — Albert Einstein

Seperti yang telah dijelaskan dalam poin-poin sebelumnya, orang berantakan yang melahirkan kreatifitas tidak terlalu memikirkan kebersihan ruangannya dan jarang dari mereka yang meluangkan waktu untuk mengatur hal-hal yang bukan menjadi passion mereka. Hal itu dikarenakan orang-orang kreatif semacam ini menghabiskan waktunya yaa hanya untuk itu : menjadi kreatif.

Orang yang berantakan merasa nyaman dengan keberantakannya dan menganggap apabila waktu yang mereka miliki sangat berharga. Mereka mengerti harga dari sebuah kesempatan yang membuat mereka berpikir, daripada mereka menghabiskan waktu untuk membuat semuanya tampak sempurna, kenapa tidak waktu yang mereka miliki dipakai untuk beristirahat agar lebih siap dengan tantangan yang esok akan mereka hadapi.

Memang sih, menjadi pribadi yang rapih tak bisa disangkal memiliki banyak manfaat. Seperti yang dikatakan oleh Kathleen Vohs, seorang psikolog saintis dari Universitas Minnesota dalam penelitiannya yang dipublikasikan di Psychological Science (a journal for the Association for Psychological Science) :

“Orang yang teratur memiliki ruang kerja rapih yang menyebabkan mereka untuk melakukan hal-hal baik seperti lebih sopan, tidak melanggar aturan, dan menunjukkan banyak hal-hal terpuji lainnya.”

Menariknya, kesimpulan yang Vohs ambil didalam jurnalnya juga dibandingkan dengan dampak positif dari orang-orang yang berantakan. Dia pun menjelaskan bahwa, ruang lingkup kerja yang tidak teratur menjadi inspirasi karena menolak tradisi yang sudah ada, yang akhirnya menciptakan sudut pandang baru. Sedangkan ruang lingkup kerja yang teratur, sebaliknya, mengubur ide-ide baru dan cenderung bermain aman.

***

Intinya, bukan merupakan hal yang terlalu berpengaruh apabila setelah membaca artikel ini, kamu memutuskan untuk menjadi orang yang berantakan atau bukan. Revoluside memang sengaja aja memecah stereotype kalau orang yang berantakan itu belum tentu keseluruhan hidupnya berantakan.

Kedua sisi memiliki kelebihannya masing-masing sehingga saran Revoluside, kamu coba aja jadi orang yang rapih sekaligus produktif dan kreatif. Kenapa nggak?

About the author

Rizky Zulkarnaen

Speaker, Writer, Engineer

Leave a Comment