Knowledge

Questioning The Universe?

cosmos_nebula_and_stars  Questioning The Universe? cosmos nebula and stars

Pembahasan mengenai astronomi memang selalu menjadi bahasan menarik buat dibaca! Selain menyimpan banyak misteri, ruang angkasa merupakan puncak kompleksitas bagi peradaban manusia. Semakin jauh pengamatan yang dilakukan terhadap luar angkasa, semakin banyak pertanyaan yang akan dikemukakan.

Dan di artikel kali ini, Revoluside akan ‘scientifically‘ kasih kamu sedikit gambaran mengenai jawaban dari 3 pertanyaan-pertanyaan umum yang paling sering di lontarkan.

Mereka adalah :

1. How did The Universe come into being?

2. Are we Alone in The Universe?

3. What is The Future of Human Race?

Nah, sebelum menjawab pertanyaan diatas. Kamu tengok video ini dulu deh. Video terbaru dari NASA/ESA yang baru-baru ini dirilis. Di video ini terdapat foto terbesar dan terjauh (bukan ilustrasi) yang saat ini bisa terambil oleh Huble Space Telescope.

Gigapixels of Andromeda (Klik : disini bila video tidak muncul)

Maksud video itu apa sih?

Diawal kamu liat video itu, kamu akan disuguhkan dengan hamparan seluruh galaksi di alam semesta ini. Tapi hamparan itu masih belum betul-betul persis seperti itu gambarnya. Masih perkiraan peneliti aja. Nahh, gambar realnya itu pas video nge-zoom ke salah satu galaksi, yang bernama galaksi Andromeda.

Untuk kamu yang masih belum tahu, galaksi Andromeda adalah salah satu galaksi terdekat dan cukup besar yang terletak dengan galaksi kita, galaksi Bima Sakti (biasa disebut Milky Way).

Nah karena letaknya yang dekat dan seluruh benda ruang angkasa mangalami pergerakan, Andromeda dan Milky Way diprediksi akan bertabrakan. Para peneliti meramalkan, bahwa sekitar 4 miliar tahun lagi akan terjadi tabrakan antara Grup Lokal—Bima Sakti (tempat Tata Surya dan Bumi berada) dengan Galaksi Andromeda[1]. Namun, seandainya kedua galaksi ini saling bertabrakan, kemungkinan ada planet yang saling menabrak adalah nihil. Kenapa? Hal tersebut dikarenakan benda langit (planet, bintang, meteor, dlsb) tetap berada pada jarak yang saling berjauhan.

Oya, mungkin kamu juga penasaran ketika melihat galaksi Andromeda tadi. Ditengah-tengahnya itu, ada apa ya? Apakah itu yang disebut-sebut sebagai lubang hitam? Jika iya, mengapa lubang hitam tersebut terlihat sangat terang?

Menurut para peneliti, ditengah-tengah galaksi-galaksi tersebut terdapat lubang hitam supermasif[2].Hanya saja,  cahaya tidak bisa menangkap seperti apa rupa dari lubang hitam itu karena medan gravitasinya yang sangat kuat. Jadi gak keliatan lubang hitamnya di foto andromeda tadi.

andromeda-galaxy-99  Questioning The Universe? andromeda galaxy 99

(Image from: Google)

Kalo kamu penasaran banget gimana sih rupa dari lubang hitam, kamu bisa tonton film INTERSTELLAR yang disutradai Christopher Nolan. Di film tersebut secara sains diperlihatkan bentuk (pendekatan) lubang hitam yang sebenarnya.

Sekarang, apakah hubungan penjelasan diatas dengan judul artikel yang ingin dibahas?

Tanpa disadari, uraian diataslah yang menjadi sumber timbulnya 3 pertanyaan tadi. Kamu bisa melihat, bahwa alam semesta kita ini sangatlah luas. Andromeda, Milky Way, lubang hitam, hanyalah bagian kecil yang keberadaannya pun masih menyimpan banyak pertanyaan.

Dan diartikel inilah akan dibahas 3 pertanyaan tadi, yang mudah-mudahan bisa membantu kamu dalam memahami kompleksitas yang ada di alam semesta.

1. How did The Universe come into being?

explore_the_universe_by_hmn-d7b2dlc  Questioning The Universe? explore the universe by hmn d7b2dlc

(Image from: Google)

Awalnya kebentuk alam semesta kita ini tuh gimana sih?

Sebenernya jawaban pastinya gak ada. Dan mungkin gak akan pernah ada. Cuman, dalam mencari jawaban terhadap suatu hal yang masih belum jelas jawaban pastinya, bisa dilakukan beberapa pendekatan.

Stephen Hawking dalam pidatonya di TEDTalks pernah menanyakan hal ini juga ke kita semua. Doi bilang, darimana kita muncul? Bagaimanakah alam semesta terbentuk? Apakah dari Big Bang? Lalu apakah ada hal lain sebelum Big Bang?

Why did the universe emerge from the Big Bang the way it did?

Nah di pidato itu juga, dia sharing ke kita tentang sejauh mana dia bisa menjawab pertanyaannya sendiri, yang sebetulnya belum bisa terjawab. Dia bilang gini :

“Dulu, kita berpikir bahwa terbentuknya alam semesta dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, kita bisa menggunakan hukum persamaan Maxwell dan relativitas umum yang dapat menentukan evolusi dari alam semesta. Kedua, tidaklah ada pertanyaan mengenai awal terbentuknya alam semesta.”

Nah, ternyata sekarang manusia udah punya banyak banget kemajuan dalam bagian yang pertama yang disebutin Hawking (Hukum Persamaan Maxwell dan Relativitas Umum). Dan untuk saat ini, hukum-hukum tersebut bisa memberikan kita ‘gagasan kecil’ dari awal terbentuknya alam semesta.

SABRUT gak akan ceritain panjang lebar soal hukum-hukum tersebut, relativitas umum, dan hubungannya dengan teori kuantum karena emang gak ngerti.

Tapi intinya: dalam kondisi ekstrim, relativitas umum dan teori kuantum memungkinkan waktu untuk berperilaku seperti dimensi lain dari ruang. Hal ini nih yang menghilangkan perbedaan antara waktu dan ruang, yang akhirnya menyebabkan hukum-hukum evolusi dapat menentukan keadaan awal. Alam semesta bisa secara spontan terbentuk dengan sendirinya dari ketiadaan.

Semua terjadi secara kebetulan, singkatnya.

Wah.. Ini dia poin krusial yang bikin orang-orang atheis. Tapi orang-orang yang membuktikan teori itu (termasuk Hawking sendiri) terang-terangan bilang kalo itu cuman ‘gagasan kecil’. Gak sih, mereka bilang ‘little idea’, lebih tepatnya. Liat aja nih videonya.

Nah, seandainya pun terjawab secara sains mengenai terbentuknya alam semesta, akan timbul sejuta pertanyaan lain yang ga akan bisa dijawab lagi.

Gak usah yang gede-gede soal alam semesta deh. Pertanyaan ini aja : Apakah setiap manusia yang lahir juga merupakan bagian dari proses kebetulan?

Saat sesorang lahir dari proses perkawinan, apakah proses itu mutlak bisa dijelaskan oleh sains? Bagaimanakah cara sperma bisa berhasil menemui sel telur?

“Hal ini bisa dijelaskan dengan adanya bla bla bla..”

Oke. Sekarang dari mana kah datangnya ‘bla bla bla’ tersebut sehingga membuat sperma berhasil menemukan sel telur? Kebetulan?

Lanjut, apakah benar sperma pernah mengadakan survey ke ovarium? Kalo emang gak pernah, balik lagi ke pertanyaan sebelumnya, kenapa sperma bisa tau persis dia harus kemana saat masuk ke tubuh perempuan?

Ditambah, ada dua ovarium yang harus dituju. Apakah sperma pernah salah jalan? Dan apakah sperma yang berhasil membuahi ovum adalah sebuah kebetulan belaka?

Kebetulan? Ataukah ada hal yang memang sudah mengatur semuanya?

Seorang matematikawan Inggris ternama pun tertarik dengan peristiwa kebetulan ini. Dan dia bilang, bahwa kemungkinan segala sesuatu terjadi secara kebetulan adalah 1/1 pangkat 10 pangkat 123. (Bisa diliat : disini) Kecil banget kan?

Jadi, untuk pertanyaan pertama ini Revoluside menyimpulkan dengan teori 2 jendela. Apa tuh?

Jika memang semua mekanisme di alam semesta yang tercipta ini bisa dijelaskan dengan analisis rasional, masih ada satu pertanyaan yang gak bisa dijawab. Pertanyaannya adalah kenapa semua hal tersebut tercipta?

Kamu mungkin setuju kalo sains bisa saja menjawab bagaimana semuanya diciptakan, tapi apakah sains dapat menjawab alasan kita diciptakan?

Apakah sains dapat menyangkal keberadaan Tuhan?

2. Are We Alone?

306294_429481007138314_1511855320_n  Questioning The Universe? 306294 429481007138314 1511855320 n

(Image from: Google)

Apakah kita sendirian di alam semesta yang segede ini? Kayaknya gak mungkin sih ya kalo kita hidup sendirian. Dan orang-orang gak beragama percaya kalo ternyata kita emang hidup gak sendirian. Karena apa?

Yaa balik ke poin atas tadi kalo alam semesta itu bisa terbentuk secara spontan dari ketiadaan. Begitu juga kita mahluk yang ada didalamnya. Bim, salabim tiba-tiba muncul.

Jadi bukan hal yang gak mungkin kalo misalnya ada kehidupan lain di planet tertentu, mengingat ada banyak banget banget banget benda langit di alam semesta ini.

Cuman.. Tetep aja itu gak ngejawab bagaimana kehidupan pertama kali muncul. Ya gak?

Soal kehidupan lain di bumi, Hawking sendiri udah ngejalanin penelitian soal ini dan menyimpulkan kalo kita gak pernah tuh yang namanya di kunjungi oleh alien. Oke, emang banyak penampakan-penampakan UFO dan hal-hal lain. Yang jadi pertanyaan, kenapa mereka muncul kalo cuman ngasih keanehan dan keganjilan?

Selanjutnya, secara scientifically dibuktiin lewat SETI Project (sebuah proyek untuk meneliti extraterrestrial life) yang dijalanin Harvard, Berkelley, dan SETI Institute.

Gak pernah tuh mereka kedapetan gelombang-gelombang yang mengindikasikan ada kehidupan lain. Entah itu Alien Quiz Show, Alien Short Messages, atau komunikasi lain yang dilakukan selain manusia dalam radius beberapa ratus tahun cahaya.

Naahh, dari sinilah bisa disimpulkan bahwa menyatakan ada kehidupan lain selain dibumi, adalah posisi yang gak aman untuk dipertahanin.

3. What is The Future of Human Race?

the future  Questioning The Universe? the future

Sekarang kamu pikir deh. Bumi kita nambah gede gak sih? Nggak. Trus jumlah penduduk dibumi makin banyak apa segitu-segitu aja? Makin banyak.

Trus, apakah udara dan tanah di bumi akan selalu bersih lagi subur? Nggak juga. Kamu tau kan es di kutub mencair? Iya.

Trus kamu juga tau kalo kondisi di bumi ini dinamis banget. Beberapa ratus tahun kedepan juga pulau-pulau di Indonesia diramalkan bakal nyatu sama pulau-pulau yang ada di Jepang. Gak lama lagi benua Afrika juga terbelah dan tercipta samudera baru. (Baca : disini)

Kalo kamu tau soal hal-hal diatas, kamu akan liat kalo ternyata lama-kelamaan bumi kita bukan makin baik. Tapi makin gak stabil. Makin banyak bencana.

Terlepas dari perilaku manusia atau bukan, ternyata alam sendirilah yang memang akhirnya didesain untuk mengalami hal-hal itu. Akan sullit untuk menghindari bencana yang akan dateng seratus, ribuan, atau jutaan tahun kedepan.

Trus apakah manusia bisa bertahan di kondisi-kondisi tersebut?

“Manusia diciptakan bukan untuk tinggal di bumi. Tapi manusia diciptakan untuk meninggalkan bumi.”

– INTERSTELLAR

Jika kita emang mahluk berpikir dan satu-satunya di alam semesta, kita harus bisa memastikan kita bisa selamat dan bertahan. Atau, In the other words:

“Our only chance of long-term survival is not to remain inward-looking on planet Earth, but to spread out into space.”

Jadi jawaban dari pertanyaan tentang, “What is the future of human race?” adalah..

OUR FUTURE IS IN SPACE


Baca juga :

 

——-Misteri Hilangnya Kapal dan Pesawat di Segitga Bermuda

——-Penjelasan Ilmiah Suara Terompet dari Langit

Sumber :

https://www.ted.com/talks/stephen_hawking_asks_big_questions_about_the_universe/transcript?language=en

http://id.wikipedia.org/wiki/Interstellar_%28film%29

http://www.lifehack.org/articles/lifestyle/20-extraordinary-and-inspiring-facts-about-the-universe.html

http://obengplus.com/articles/2206/1/Black-Hole-dan-titik-tengah-Bima-Sakti-dari-ESO.html#.VR4yR_msWSo

http://id.wikipedia.org/wiki/Bima_Sakti

http://www.lifehack.org/articles/technology/mind-blowing-tour-space-gigapixels-andromeda.html

http://wol.jw.org/en/wol/d/r25/lp-in/102002402

http://en.wikipedia.org/wiki/Search_for_extraterrestrial_intelligence

http://en.wikipedia.org/wiki/Andromeda_Galaxy

https://www.youtube.com/watch?v=udAL48P5NJU

About the author

Rizky Zulkarnaen

Speaker, Writer, Engineer

Leave a Comment