Speak

5 Hal Yang Kimia Ajarkan Tentang Kehidupan

chemistry-revoluside  5 Hal Yang Kimia Ajarkan Tentang Kehidupan chemistry revoluside

(Image for: Chemistry)

Siapa sih yang gak tau pelajaran kimia?

Pelajaran yang erat banget kaitannya dengan molekul-molekul, atom atom, reaksi, fenomena alam, dan juga esensi hidup.

Bentar, esensi hidup? Bukannya esensi hidup itu filosofi?

Faktanya, kimia memberi kita banyak banget hal. Sebenernya gak cuma kimia aja yang ngasih esensi hidup di dalamnya tapi semua pelajaran, ya semuanya yang kita sebut sebagai life science.

So, apa aja sih yang kimia ajarkan ke kita soal esensi hidup?

1. Pengetahuan dasar tentang kimia, bahwa setiap zat menginginkan bentuk stabilnya

Dalam kimia kita belajar tentang reaksi. Untuk apasih reaksi itu ada? Supaya mereka stabil, jawabannya.

Unsur yang gak stabil cenderung untuk bereaksi dan membuat ikatan dengan unsur lainnya. Ada juga unsur-unsur yang sudah stabil dari awalnya, mereka disebut dengan gas mulia, yang mana kelimpahan mereka di bumi ini sangat sedikit. Hanya sekitar 6 unsur dari total 118 unsur yang telah diketahui.

Sedikit kan? Terus apa yang bisa kita ambil dari reaksi antar unsur tadi dan juga si gas mulia itu?

Let’s see..

Untuk apa manusia menikah? Seorang individu bisa kita asumsikan sebagai unsur disini. Dimana mayoritas dari mereka adalah unsur-unsur yang tidak stabil.

Kenapa mayoritas? Karena ada beberapa invidu yang tidak menikah sampai akhir hayatnya dan jumlah mereka sangat sedikit, persis seperti kelimpahan gas mulia di bumi serta jumlahnya di tabel periodik. Kebetulan kah?

Seorang invidu tadi membutuhkan pasangan, tujuannya? Untuk saling melegkapi, agar mereka lebih “stabil”.

Loh berarti mereka belum stabil dong?

Kalo bisa dibilang sih iya, kenapa? Karena dua individu tadi “bereaksi” kembali yang akhirnya mereka membentuk suatu keluarga yang sifatnya mungkin lebih “stabil”.

Kenapa mungkin? Mari kita jabarkan.

Ketika seseorang menikah maka ia akan terjun langsung ke masyarakat dan menghadapi realita, masyarakat itu bagaikan senyawa. Kehadiran anggota baru dalam keluarga memberikan sebuah tantangan baru bagi kedua individu tadi, dalam kimia unsur yang stabil juga dapat “diganggu” dengan kehadiran senyawa lain ataupun dengan memberikan suatu “perlakuan” khusus yang membuatnya terpecah dan bereaksi dengan unsur lainnya.

Perceraian? Ini salah satu yang terjadi pada dua individu yang baru saja “bereaksi” tadi.

Kita tidak tahu apakah reaksi yang terjadi itu searah atau bolak balik. Jika “reaksi” yang berlangsung dua arah, ada kemungkinan terganggunya reaksi tersebut dari arah sebaliknya.

Penyebab perceraian umumnya disebabkan oleh faktor lingkungan daripada faktor individu itu sendiri. Dan di kimia, “terganggunya” reaksi umumnya ya terjadi karena faktor lingkungan. Lebih lanjutnya gas mulia yang awalnya sudah stabil ternyata bisa “dipaksa” bersenyawa dengan unsur lainnya. Hal ini juga berpengaruh kepada seseorang yang memiliki idealisme untuk tidak menikah menjadi mau untuk menikah.

Hanya saja hal tersebut dibutuhkan “energi” yang cukup/sangat tinggi.

2. Setiap reaksi menuju kearah seimbang

Perpindahan panas, kekekalan massa, bentuk dari struktur, dan lain sebagainya menginginkan posisi setimbangnya.

Apakah benar bahwa di kehidupan nyata semuanya seperti itu?

Revolsuside akan ambil sebuah contoh isu, yaitu illegal logging. Misal, ketika banyak oknum yang mencoba merusak hutan, apakah alam akan mengembalikannya secepat manusia merusaknya? Mungkin tidak, tapi alam memliki caranya sendiri untuk memulihkan dirinya.

Alam akan membuat suatu bencana akibat perbuatan manusia yang telah mengganggu “kesetimbangannya”. Bagaimana dengan manusianya? Sebagian manusia akan berusaha membantu alam mengembalikan “kesetimbangannya”.

Contoh lain -yang berada di lingkup manusia dengan manusia itu sendiri- jika suatu tatanan negara dianggap tidak berada pada jalur yang benar atau sudah mengganggu kesetimbangan yang ada, maka rakyat akan berusaha untuk mengembalikan kesetimbangan tersebut, reformasi.

Lalu bagaimana jika tatanan tersebut ternyata sudah setimbang? Apakah mungkin mengganggu reaksinya dan membuat kesetimbangan yang baru?

Dari penjelasan yang ada diatas, mungkin. Contoh nyatanya adalah tentang perubahan ideologi pada suatu tatanan Negara.

Ketika suatu negara merasa mereka sudah setimbang, maka lingkungan yang tidak menginginkan kesetimbangan yang seperti itu akan “memaksa” dan mengeluarkan “energy” lebih untuk mengganggu dan membuat ideologi baru. Layaknya komunisme yang perlahan-lahan mulai runtuh dan digantikan dengan demokrasi, dengan energi yang digunakan adalah “perang”.

“Dalam rekasi, laju yang paling lambatlah yang menunjukkan laju reaksi total. Jadilah individu yang menentukan jalannya reaksi, bukan berarti lambat dalam berpikir dan berinovasi, tapi menjadi yang paling lambat untuk mebuat reaksi berjalan kearah yang salah”

3. Karbon, dalam suhu dan tekanan yang sangat tinggi serta waktu yang cukup lama dapat berubah menjadi intan

Bukan, bukan Intan Nuraini yang Revoluside maksud dengan lesung pip manisnya itu. Intan yang dimaksud disini adalah batu intan atau sering disebut diamond yang harganya bisa lebih dari 800 ribu untuk ukuran yang hanya bermili meter.

Grafit dan intan merupakan alotrop dari karbon. Apa itu alotrop?

Alotrop adalah bentuk unsur kimia yang beda secara strukturnya tapi penyusunnya tetap sama. Singkatnya grafit dan intan sama sama karbon tapi struktur molekulnya yang beda.

Terus apa sih esensinya?

Setiap individu itu bagaikan karbon. Mau jadi “intan” atau “grafit” tergantung sikap, pemikiran, serta cara kita menghadapi masalah hidup.

Grafit berada pada kedalaman 7-8 Km dari permukaan bumi serta berada di lingkungan dengan suhu sekitar 300-500 derajat celcius dan tekanan sekitar 0.4-0.5 GPa atau sekitar 40-50 atmosfer. Sedangkan intan berada pada kedalaman 100-200 Km dari permukaan bumi serta berada di lingkungan dengan suhu sekitar 900-1300 derajat celcius dengan tekanan sekitar 40-50 ribu atmosfer.

Bisa kan dilihat perbedaannya?

Serupa halnya dengan manusia. Mereka bertransformasi, mengubah “struktur”, menuju dewasa.

Manusia akan mencari jati diri serta idealisme mereka sendiri, serta survive terhadap “tekanan” dan “suhu” dari lingkungan sekitar.

Seorang individu bisa jadi “intan”, seorang yang cemerlang, professional sesuai passionnya, sukses dalam hidupnya, dan berharga bagi orang banyak.

Mereka juga bisa menjadi ”grafit”, orang biasa, namun masih bisa memberikan manfaat bagi orang banyak walaupun tak secermelang “intan”.

Atau yang lebih buruk, manusia tidak berkembang, tak berani menghadapi tantangan dan menyelesaikan masalah dalam hidupnya, hanya bisa lari, maka sampai mati mereka akan tetap menjadi “karbon” tanpa ada perubahan yang bermakna.

“Ketika terhadang suatu masalah, umumnya manusia memiliki 3 sikap. Bertahan dengan masalahnya, lari dari masalahnya, atau maju menghadapi masalahnya. Dan apa yang kerjakan saat itu, menentukan siapa kita kedepannya”

4. Unsur memiliki karakter masing masing, namun ketika bersenyawa bisa memiliki karakteristik yang berbeda, bahkan mungkin tidak terbayangkan sama sekali

Air. Air itu punya rumus kimia H2O. Ya terus?

Sekarang bayangin H2O atau air dipertemukan dengan api, apa yang terjadi? Apinya padam, atau airnya padam? Apinya lah ya.

Yang pengen Revoluside sampaikan adalah, kalo dilihat dari karakteristik unsurnya, oksigen (O2) merupakan gas yang digunakan dalam reaksi pembakaran. Api ga akan nyala kalo diudara itu ga ada oksigen. Sedangkan gas hydrogen (H2) adalah gas yang paling mudah terbakar kalo ketemu si oksigen tadi.

Dan ketika mereka bereaksi dalam membentuk air, apakah air akan punya karakteristik yang panas, mudah terbakar, atau bahkan reaktif dan meledak? Enggak, kan? Karakteristik air justru sebaliknya.

Pesan yang bisa kita ambil dari sini adalah setiap individu memiliki karakteristik masing masing yang mungkin gak diketahui sama individu lain. Mereka bisa saja memilki memiliki karakteristik yang berbeda ketika “bereaksi” dengan banyak orang atau mungkin antar individu.

Karakteristik yang kita kenal dan kita lihat ketika kita bertemu individu sendiri memungkinkan bahwa ketika ia sedang sendiri atau berada di “lingkungan” lain, karakteristiknya bisa berbeda jauh, bahkan menjadi  sesuatu yang kita gak duga sebelumnya.

Seorang yang terlihat cuek mungkin saja memiliki kepedulian yang lebih besar daripada orang lain. So, jangan cepat membuat kesimpulan walaupun kita sudah kenal lama dengan seseorang, biarkan dia memberikan penjelasannya terlebih dahulu.

Kita tidak dapat melulu menilai seseorang melalui mata. Banyak hal yang ternyata tak bisa dilihat dengan mata kepala kita. Peka terhadap lingkungan dan empati terhadap sesame merupakan suatu cara untuk mengetahui apa yang tak bisa dilihat oleh mata.

5. Setiap unsur diciptakan memiliki manfaatnya masing-masing

Unsur radioaktif macam uranium dan radon, unsur beracun seperti golongan halogen (fluorin, bromin, dll), logam berat layaknya timbal, mereka semua merugikan.

Namun, apabila kita hendak melihat dari sudut pandang yang berbeda mereka semua punya manfaat. Unsur radioaktif dapat dijadikan media penyembuhan kanker dan juga sebagai pembangkit listrik. Unsur halogen dalam bentuk gas emang beracun, tapi dalam bentuk lainnya ternyata bermanfaat, misalnya iodin berguna untuk mencegah penyakit gondok. Begitu juga dengan timbal, dia memang bahaya seandainya berada di perairan dan diminum melebihi ambang batas. Tapi timbal bisa digunakan untuk anti-knocking pada mesin dalam bentuk senyawanya Tetra-Etil Lead.

Apa yang bisa kita ambil dari pelajaran ini?

Kadang kita selalu berpikir buat apa orang-orang merugikan ada dimuka bumi? Cuma nyusahin orang aja atau mungkin menganggap diri kita sendiri sebagai orang yang gak pantes buat diciptain.

Faktanya, semua yang diciptakan itu bermanfaat. Sekali lagi, jangan liat dari satu perspektif aja karena dari perspektif lain justru dia punya nilai manfaat yang besar.

Sama kaya unsur unsur diatas, dianggap merugikan tapi dari perspektif lain, dia punya manfaat yang amat besar.

Percayalah, Tuhan gak pernah nyiptain sampah!

 

***

Sebenernya bukan cuma 5 hal diatas yang kimia ajarkan ke kita tentang esensi hidup. Masih ada ribuan pesan lain yang tersirat tergantung sampai sejauh mana kita mendalami dan mengaitkannya dengan kehidupan. Terlebih apabila kita mencampurkannya dengan disiplin ilmu lain.

It’s magic!

Mungkin kamu mau menambahkan poin-poin lain? Share aja di komen yuk!

 

 

About the author

Rizky Zulkarnaen

Speaker, Writer, Engineer

Leave a Comment