Speak

Arti Dibalik Mengudaranya Awan

cloud revoluisde arti dibalik mengudaranya awan Arti Dibalik Mengudaranya Awan cloud revoluisde
(Image from : Google)
 
“Mengapa begitu banyak hal yang ingin Tuhan sampaikan kepada hambanya, namun tidak semuanya secara tersirat?”
Tentu menjadi sebuah pertanyaan tersendiri bagi kita yang gemar mensyukuri hikmat-Nya.
 –
Pernahkah kalian terbayang : hubungan indah dari luasnya pantai dan samudra dengan luasnya hamparan awan dan langit yang mengudara?
Mungkin beberapa iya, atau bahkan tidak sama sekali.
 –
Tuhan ciptakan kamu dan banyak umat lainnya tentu menjurus untuk beberapa alasan tanpa harus memandang perbedaan.
Kamu harus mulai membayangkan..
Hidup ini diciptakan untuk saling berbagi dan melengkapi, bukan untuk menimbulkan rasa perbedaan yang kemudian diperpanjang menjadi masalah ringan yang dibesar besarkan.
 –
Tuhan menciptakan alam semesta ini dengan penuh keistimewaan, namun mengapa hanya sedikit dari kita yang memahami maksud dan pesan yang dititipkan oleh Tuhan?
 –
Laut dan Awan.
Apa istimewanya? Apa karena mereka membentuk keindahan yang teramat cantik dibawah gemerlapnya bintang dimalam hari, atau teriknya sang surya yang menyinari dipagi hari?
BUKAN HANYA ITU!
 –
Ini pesan Tuhan..
Awan menunggu air menguap dari hamparan samudera, untuk kemudian mengisi kekosongan awan. Lalu awan akan pergi kemana angin menerpanya, ketika saatnya tiba, awan akan menumpahkan kembali isinya, untuk dirasakan oleh semua yang membutuhkan
 –
Artinya demikian kawan..
Kita hidup di semesta yang tentunya bukan hanya kita sendiri yang hidup, namun banyak mahkluk lainnya yang akan memberikan kita banyak ilmu dan pelajaran. Namun Tuhan mengajarkan kita untuk saling berbagi, bukan?
“Kamu adalah ibarat seluas hamparan awan, namun kamu akan kosong jika tidak terisi uap air. Uap air yang mengisimu adalah ilmu dan pelajaran yang kamu dapat dari kehidupan ini. Dan angin menghempasmu kesuatu tempat perlahan menembus waktu. Ditempat yang tepat itulah Kamu harus kembali membagikan, kamu harus kembali berbagi, akan ilmu dan pelajaran apa yang telah kamu miliki selama kamu berada didunia ini.”
 –
Indah bukan?
Begitu luar biasanya pesan tersirat dari Tuhan yang diberikan kepada kita.
Jika kamu berniat untuk menjadi manusia individualis, maka memohonlah mulai hari ini kepada Tuhanmu untuk menciptakan dunia yang akan kamu isi sendiri tanpa mereka yang melengkapimu.
 –
Salam dari Kami, Revouside, yang memiliki banyak perbedaan namun hanya ada satu kemauan untuk menyatukan perbedaan itu dan menjadi keluarga seperti saat ini. Jika kita saja bisa, mengapa kalian tidak?
– Gean

About the author

Rizky Zulkarnaen

Speaker, Writer, Engineer

Leave a Comment