Youthack

3 Tahap yang Harus Kamu Kuasai Kalo Kamu Pengen Magang

remote-internship  3 Tahap yang Harus Kamu Kuasai Kalo Kamu Pengen Magang remote internship

Magang adalah salah satu kegiatan yang paling diminati mahasiswa, terutama menjelang liburan semester. Biasanya sih mahasiswa tingkat 3-4 nih yang getol cari perusahaan untuk magang. Selain nambah uang saku, magang juga bisa membantu kamu agar lebih familiar dengan lingkungan kerja, biar nggak kaget ketika kamu udah lulus dan beneran kerja nanti. Meskipun magang itu kesannya trial atau coba-coba, tetep nggak bisa kamu anggap remeh, lho. Yuk, perhatikan hal-hal ini sebelum kamu daftar magang!

#1 Riset

cnkw9bbucaa-goz  3 Tahap yang Harus Kamu Kuasai Kalo Kamu Pengen Magang CNkW9BBUcAA gOz

Satu hal yang perlu kamu ingat, urgensi magang bukan hanya untuk uang dan ngisi waktu luang, lho. Pengalaman yang kamu dapat saat magang adalah bekal kamu ketika melamar pekerjaan setelah lulus nanti. Jadi sebaiknya, pintar-pintar memilih perusahaan dan pastikan pekerjaan yang kamu apply sesuai dengan passion kamu. Oleh karena itu, riset adalah hal yang penting.

Ketika kamu sudah tau perusahaan apa yang akan kamu incar, kamu harus punya pengetahuan yang cukup tentang perusahaan tersebut. Selain riset tentang perusahaan, tentu saja kamu harus paham jabatan apa yang kamu ajukan lamarannya. Kemampuan apa aja yang dibutuhkan jabatan tersebut dan bagaimana teknis kerjanya. Hal itu akan jadi nilai plus ketika kamu diwawancara nanti, karena kamu dianggap serius melamar ke perusahaan tersebut.

Kalau kamu sudah mantap dengan pilihanmu, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan CV.

#2 CV (Curriculum Vitae)

ceb779c24268e7751540787f808ac8f3  3 Tahap yang Harus Kamu Kuasai Kalo Kamu Pengen Magang ceb779c24268e7751540787f808ac8f3

Contoh CV kreatif (sumber: desaincv.com)

CV itu kaya ujung tombak yang akan menentukan apakah sebuah perusahaan tertarik untuk merekrut kamu atau tidak. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan CV sebaik mungkin agar dapat menarik perhatian perusahaan tersebut. Ada dua poin utama yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan CV.

Singkat.

Yep, berbeda dengan kebutuhan akademis, CV buat magang sih nggak perlu kamu bikin setebel-tebel kamus Indonesia-Inggris nya Echols, cyin. Cukup tulis hal-hal apa aja yang penting untuk “dipamerkan” kaya kemampuan dasar (bahasa, softskill, kemampuan menggunakan software tertentu, dan lain-lain) dan pengalaman organisasi/kepantiaan/volunteer. Kalo makanan favorit, minuman favorit, sama jumlah mantan sih nggak penting-penting amat. Di-skip aja.

Enak diliat.

Gengs, CV yang dibuatnya pake Microsoft Word dengan font Times New Roman sih udah nggak bakal dilirik lagi sama perusahaan. Maka dari itu, kamu harus bikin CV-mu catchy dengan mendesainnya semenarik mungkin. Banyak, kok, situs atau software yang bisa kamu gunakan untuk bikin CV kreatif, misalnya canva.com atau kickresume.com. Atau kalo kamu punya temen yang jago desain grafis, kamu bisa nyogok doi pake gorengan untuk bantu bikinin kamu CV yang kece.

#3 Wawancara

acb  3 Tahap yang Harus Kamu Kuasai Kalo Kamu Pengen Magang acb

Nah, kalau kamu lolos seleksi berkas atau mau walk-in-interview (wawancara yang nggak pake ngirim CV dulu sebelumnya, jadi kamu langsung dateng ke perusahaan tersebut sambil bawa CV), wawancara jadi tahap yang menyeramkan, bener nggak? Eits, enggak dong! Wawancara justru jadi tahapan yang paling seru, asal kamu sudah mempersiapkan dua hal ini:

Penampilan.

Memperhatikan penampilan itu penting, biar kamu nggak dianggap main-main karena pake baju asal-asalan. Untuk wawancara, minimal pake kemeja atau blus, lah. Jangan pake kaos, apalagi kaos kepanitiaan. Buat cewek-cewek, boleh kok dandan, asal nggak terlalu menor. Yang penting wajah kamu segar dan sedap dipandang.

Sikap

Ini juga nggak kalah penting dari penampilan. Kalau udah enak dipandang, tentunya kamu harus enak diajak bicara, dong. Biasanya nih, di awal wawancara kamu akan diminta untuk menceritakan diri kamu. Gunakan kesempatan ini untuk menjual kelebihan-kelebihan yang kamu punya. Tapi yang relevan lho, ya. Kalo kemampuan manggil abang-abang es krim dari radius 1 km sih, gausah diceritain.

Biasanya mereka akan seneng ketika kamu menceritakan bagaimana kemampuan kamu menghadapi suatu hal atau menyelesaikan sebuah masalah. Berbicara secukupnya dan jangan bertele-tele. Dan yang nggak kalah penting, selalu tatap mata lawan bicara kamu. Itu akan membuat kamu kelihatan lebih percaya diri. Saran kita sih, sebelum wawancara, kamu latihan ngomong dulu sama temen kamu, biar mereka bisa evaluasi apakah cara ngomong sudah cukup jelas atau belum.

Gimana? Kalo kamu udah siap menjalani tiga tahap di atas, kita jamin kamu udah cukup kece untuk diterima jadi karyawan magang. Cheers!

About the author

Rizky Zulkarnaen

Speaker, Writer, Engineer

Leave a Comment